
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka, Sulawesi Tenggara, mencatat sebanyak 2.057 jiwa dan 586 unit rumah terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Jumat, 8 Mei 2026.
Banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Kolaka, yakni Kecamatan Latambaga, Kecamatan Kolaka, Kecamatan Pomalaa, dan Kecamatan Samaturu.
Kepala BPBD Kolaka Muh Haerul Efendy mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga merendam permukiman warga.
“Kami telah melakukan asesmen dan validasi data bersama pemerintah setempat di beberapa kecamatan terdampak. Fokus utama kami saat ini adalah evakuasi dan pembersihan lokasi,” ungkap Muh Haerul Efendy.
Ribuan Warga Terdampak di Empat Kecamatan
Di Kecamatan Latambaga, banjir merendam Kelurahan Sakuli dengan total 71 kepala keluarga atau 282 jiwa terdampak serta 71 unit rumah terendam.
Di Kelurahan Mangolo, sebanyak 232 kepala keluarga atau 764 jiwa terdampak dengan 232 unit rumah terendam dan 10 hektare sawah terdampak banjir.
Muh Haerul Efendy mengatakan terdapat tujuh fasilitas pendidikan yang terdampak banjir di wilayah tersebut.
Fasilitas pendidikan yang terdampak terdiri dari empat taman kanak-kanak, dua sekolah dasar, dan satu sekolah menengah pertama.
Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan talud penahan jalan sepanjang 50 meter.
Di Kecamatan Kolaka, banjir merendam 21 unit rumah di Kelurahan Watuliandu dengan total 84 jiwa terdampak.
Di Kecamatan Pomalaa, banjir melanda Desa Totobo dengan 16 unit rumah dan 66 jiwa terdampak serta tujuh hektare sawah terendam.
Di Desa Pelambua, sebanyak 21 unit rumah terendam dengan 96 jiwa terdampak dan lima hektare sawah mengalami kerusakan.
Longsor Ikut Terjadi, Bantuan Logistik Disalurkan
Di Kecamatan Samaturu, banjir berdampak pada 240 jiwa dan 75 unit rumah di Desa Latuo serta tiga sekolah turut terdampak.
Di Desa Ulu Konaweha, sebanyak 159 jiwa dan 35 unit rumah terdampak banjir.
Di Desa Wowa Tamboli, banjir berdampak pada 21 jiwa serta merendam satu hektare sawah dan sembilan hektare kebun warga.
Sementara di Desa Konaweha, banjir merendam 115 unit rumah dengan total 345 jiwa terdampak serta 3,5 hektare tambak ikut terendam.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka.
Longsor tersebut berdampak pada satu unit rumah dan lima jiwa.
BPBD bersama Dinas Sosial mulai menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan air bersih kepada warga terdampak.
Muh Haerul Efendy mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada. Kami mengkhawatirkan adanya banjir susulan jika curah hujan ekstrem kembali terjadi dalam waktu dekat,” ujar Muh Haerul Efendy.
- Penulis :
- Arian Mesa





