HOME  ⁄  Nasional

Lestari Minta Kesadaran Kolektif Diperkuat untuk Antisipasi Penyebaran Hantavirus

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lestari Minta Kesadaran Kolektif Diperkuat untuk Antisipasi Penyebaran Hantavirus
Foto: (Sumber: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-MPR RI/am..)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah dan masyarakat membangun kesadaran kolektif guna mengantisipasi penyebaran hantavirus di Indonesia menyusul meningkatnya perhatian global terhadap virus tersebut.

Lestari mengatakan edukasi dan sosialisasi terkait ancaman hantavirus perlu terus diperkuat sebagaimana imbauan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

“Negara melalui Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah konkret untuk mewaspadai ancaman hantavirus. Meski begitu, kekhawatiran publik terhadap ancaman virus tersebut di tanah air harus dapat diatasi secara bersama,” kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menilai upaya pencegahan membutuhkan pemahaman bersama terkait mitigasi serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi paparan virus.

Menurut dia, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting agar potensi penularan dapat dicegah sejak dini.

WHO Soroti Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian setelah WHO memantau wabah di kapal pesiar berbendera Belanda MV Hondius yang berlayar dari Argentina.

WHO menerima laporan wabah tersebut pada 2 Mei 2026 dengan tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit.

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi tersebut.

WHO menyebut para korban kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik ke kapal pesiar, namun penularan antarmanusia di atas kapal belum dapat dikesampingkan.

Indonesia Temukan 23 Kasus Hantavirus Sejak 2023

Kementerian Kesehatan sebelumnya mengonfirmasi Indonesia telah menemukan 23 kasus positif hantavirus sejak 2023.

Namun kasus yang ditemukan disebut merupakan varian ringan dan tidak memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti kasus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius.

“Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah hanta fever renal syndrome yang ringan. Kalau hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar itu di Indonesia belum masuk,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono di Bandung, Selasa (12/5).

Untuk mengantisipasi masuknya virus, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan di seluruh Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan kantor kekarantinaan memiliki tugas utama melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap ancaman penyakit menular dari luar negeri.

“Ketika terjadi peningkatan kasus penyakit yang berpotensi menjadi wabah di negara lain, kantor kekarantinaan bertugas melakukan pengamatan dan perlindungan agar penyakit tersebut tidak masuk ke Indonesia,” ujar Andi Saguni di Jakarta, Rabu (13/5).

Penulis :
Ahmad Yusuf