HOME  ⁄  Nasional

Bamsoet Dorong Radiogenomics Jadi Solusi Deteksi dan Pencegahan Penyakit Sejak Dini

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bamsoet Dorong Radiogenomics Jadi Solusi Deteksi dan Pencegahan Penyakit Sejak Dini
Foto: (Sumber: Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR/aa.)

Pantau - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menilai metode radiogenomics dapat membantu masyarakat dan tenaga medis mendeteksi sekaligus mencegah penyakit sejak dini melalui pendekatan berbasis data dan teknologi modern.

“Radiogenomics menghadirkan cara pandang baru dalam dunia medis dengan menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama. Kita tidak lagi menunggu orang sakit dulu, tetapi mulai membaca risiko sejak dini dengan pendekatan berbasis data yang lebih komprehensif,” kata Bamsoet dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Bamsoet menyampaikan dukungannya terhadap deklarasi inisiatif radiogenomics yang digagas Rhemedi Medical Services sebagai langkah transformasi sistem kesehatan nasional yang lebih prediktif.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang dikutip Bamsoet, sebanyak 70 persen kematian disebabkan penyakit tidak menular seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Integrasi DNA dan Pencitraan Medis

Menurut Bamsoet, tingkat skrining kesehatan di Indonesia masih tergolong rendah.

Data Kementerian Kesehatan mencatat cakupan deteksi dini kanker payudara melalui SADANIS dan mammografi masih berada di bawah 30 persen sepanjang 2025.

Kondisi tersebut dinilai membuat inovasi radiogenomics semakin dibutuhkan untuk membantu tenaga medis dalam mendeteksi penyakit lebih cepat.

Inisiatif pengembangan teknologi itu dilakukan oleh dr. Rheza Maulana Syahputra melalui integrasi pencitraan medis dengan profil DNA pasien.

Teknologi tersebut memungkinkan tenaga medis mengidentifikasi risiko kanker atau kelainan organ bahkan sebelum gejala muncul.

“Dengan teknologi tersebut, dokter dapat melihat potensi penyakit bahkan sebelum gejala muncul. Sehingga, intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat sasaran,” ujar Bamsoet.

Pemeriksaan Kesehatan Digelar di Lingkungan MPR

Deklarasi inisiatif radiogenomics diwujudkan melalui layanan kesehatan terpadu di lingkungan MPR RI pada 11 Mei 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Sebanyak 200 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut.

Pemeriksaan terdiri atas sekitar 130 pemeriksaan payudara dan 70 pemeriksaan abdomen menggunakan ultrasonografi.

“Kita melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Ini bukti nyata bahwa kebutuhan terhadap deteksi dini memang mendesak dan harus dijawab dengan layanan yang mudah diakses serta berbasis teknologi,” kata Bamsoet.

Bamsoet Ingin Radiogenomics Diadopsi Nasional

Bamsoet berharap metode radiogenomics dapat segera diadopsi seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi deteksi dini berbasis data dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan