
Pantau - Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah memperkuat edukasi budaya, aturan hukum, dan etika sosial Arab Saudi bagi calon jamaah haji Indonesia setelah viral video jamaah asal Indonesia diamankan aparat keamanan di Madinah karena diduga merekam perempuan Arab tanpa izin.
Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni menilai peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi serius dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
DPR Soroti Minimnya Pemahaman Budaya Jamaah
Lisda mengatakan pembekalan jamaah selama ini masih lebih banyak berfokus pada tata cara ibadah dan teknis perjalanan dibanding pemahaman budaya serta aturan sosial di Arab Saudi.
“Masih banyak jemaah kita yang belum memahami secara utuh aturan sosial dan budaya di Arab Saudi. Hal-hal yang mungkin dianggap biasa di Indonesia, bisa menjadi persoalan hukum di sana,” ungkap Lisda.
Menurutnya, materi manasik haji perlu diperluas, termasuk edukasi terkait larangan mengambil foto atau video orang lain tanpa izin.
DPR mengingatkan masyarakat Arab Saudi sangat menjunjung tinggi privasi, terutama terhadap perempuan, sehingga tindakan merekam sembarangan dapat memicu persoalan hukum.
“Jangan sampai niat mengabadikan momen justru berakhir menjadi persoalan hukum. Ini yang harus benar-benar dipahami oleh jemaah kita sebelum berangkat,” katanya.
Petugas Haji Diminta Aktif Ingatkan Jamaah
Komisi VIII DPR juga meminta petugas haji, pembimbing ibadah, dan ketua kloter lebih aktif memberikan pendampingan kepada jamaah terkait budaya dan regulasi di Arab Saudi.
“Petugas jangan hanya fokus pada teknis keberangkatan dan ibadah. Pemahaman tentang budaya, aturan hukum, dan etika di Arab Saudi juga sangat penting demi melindungi jemaah kita,” ujar Lisda.
DPR turut mengimbau jamaah Indonesia lebih bijak menggunakan telepon genggam selama menjalankan ibadah haji, termasuk tidak merekam aparat keamanan maupun perempuan tanpa izin.
Lisda menegaskan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan sikap bangsa Indonesia di mata internasional.
“Haji bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan akhlak, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap aturan negara lain,” tutupnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





