HOME  ⁄  Nasional

DPR Soroti Ketimpangan Lahan Petani Indramayu yang Dinilai Hambat Kesejahteraan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Soroti Ketimpangan Lahan Petani Indramayu yang Dinilai Hambat Kesejahteraan
Foto: (Sumber: Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri. Foto : Oji/Alma.)

Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menyoroti ketimpangan kepemilikan lahan yang masih dialami petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dan dinilai menjadi penyebab utama rendahnya kesejahteraan petani.

Rokhmin menyebut rata-rata luas lahan garapan petani di Indramayu saat ini masih jauh dari skala ekonomi ideal untuk mencapai kesejahteraan.

Petani Dinilai Sulit Sejahtera

“Tahu enggak petani Indramayu lahan garapannya berapa rata-rata? Hanya 0,4 hektar. Padahal skala ekonomi kalau petani itu mau sejahtera minimal 2,5 hektar,” ungkap Rokhmin dalam keterangan tertulis, Jumat.

Menurutnya, persoalan agraria tidak hanya terjadi di Indramayu, tetapi juga menjadi masalah nasional akibat ketimpangan penguasaan aset produksi.

“Ada 0,2 persen pengusaha besar yang punya lahan sekitar 70 persen dari total lahan di Indonesia,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan reforma agraria harus dijalankan lebih serius agar petani dan nelayan memiliki akses ekonomi yang lebih adil.

“Pemerintah yang berhasil itu pemerintah yang mampu menyejahterakan rakyat,” tegasnya.

DPR Soroti Ekonomi Pantura Melambat

Selain masalah kepemilikan lahan, Rokhmin juga menyoroti perlambatan aktivitas industri dan perdagangan di jalur Pantura Jawa Barat.

Ia menilai kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya pengangguran dan menurunnya daya beli masyarakat.

Karena itu, Rokhmin meminta pemerintah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat kecil, terutama petani dan nelayan.

Penulis :
Aditya Yohan