
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah menyebut kehadiran koki asal Indonesia menjadi faktor utama dalam memaksimalkan kualitas dan cita rasa makanan bagi jamaah calon haji di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi mengatakan mayoritas penyedia layanan katering di Arab Saudi kini mempekerjakan juru masak asal Indonesia untuk menghadirkan menu khas nusantara bagi jamaah.
"Alhamdulillah dapur di Saudi ini welcome. Mayoritas mereka punya chef dari Indonesia, bahkan ada yang separuh tenaga kerjanya berasal dari Indonesia," ujar Jaenal usai rapat dengan penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat 15 Mei 2026 malam.
Puluhan Dapur Libatkan Tenaga Kerja Indonesia
Jaenal menjelaskan saat ini terdapat sekitar 51 dapur di Makkah yang bekerja sama dalam penyediaan konsumsi jamaah calon haji.
Menurut dia, seluruh dapur tersebut dipastikan memenuhi standar dari otoritas Indonesia maupun Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Ia menilai keterlibatan tenaga kerja Indonesia di sektor katering haji menjadi pencapaian positif dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi haji.
"Sehingga memang tujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi haji, di mana ada serapan tenaga-tenaga kerja baru di Saudi ini, bisa tercapai dengan baik," katanya.
Menu Nusantara Diharapkan Obati Kerinduan Jamaah
Kemenhaj memastikan kehadiran koki Indonesia mampu menghadirkan menu siap santap atau Ready to Eat bercita rasa khas nusantara seperti rendang untuk jamaah calon haji.
Menu khas Indonesia itu diharapkan dapat mengobati kerinduan jamaah terhadap kampung halaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pemerintah berharap jamaah dapat menjalani puncak ibadah haji dengan lebih tenang, nyaman, dan bahagia melalui layanan konsumsi yang sesuai selera masyarakat Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





