HOME  ⁄  Nasional

Kemenperin dan LPEI Dorong Rendang Payakumbuh Tembus Pasar Ekspor Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemenperin dan LPEI Dorong Rendang Payakumbuh Tembus Pasar Ekspor Global
Foto: Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Kementerian Perindustrian bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperluas pasar ekspor produk unggulan industri kecil menengah (IKM) daerah melalui program One Village One Product (OVOP), dengan rendang dari Sumatera Barat menjadi salah satu produk yang diprioritaskan menembus pasar internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa pembinaan berbasis sentra IKM sejalan dengan konsep OVOP yang menekankan pengembangan produk unggulan daerah berbasis kearifan lokal.

“Pendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah,” ungkap Agus.

Sejak 2013, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) secara konsisten menjalankan program OVOP sebagai instrumen strategis memperkuat ekosistem IKM nasional berbasis sentra.

Hingga 2026, penghargaan OVOP telah diselenggarakan sebanyak lima kali dengan melibatkan berbagai sektor usaha daerah.

Sentra Rendang Payakumbuh Jadi Fokus Awal

Pada 2026, Kemenperin bersama LPEI menghadirkan pembinaan komprehensif melalui Program OVOP Go Global dan Program Desa Devisa yang difokuskan pada Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Agus menyebut pemilihan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh dilakukan berdasarkan kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta potensi pasar ekspor yang dinilai sangat menjanjikan.

“Pemilihan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta potensi pengembangan pasar ekspor yang sangat menjanjikan,” katanya.

Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh juga memperoleh dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk revitalisasi sarana dan fasilitas produksi.

Dukungan tersebut dinilai memperkuat posisi rendang sebagai produk unggulan daerah yang berpotensi memenuhi pasar nasional, termasuk kebutuhan haji dan umrah, hingga pasar ekspor.

Program pendampingan diawali melalui kegiatan sosialisasi pada 12 Mei 2026 di Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh.

Kegiatan tersebut diikuti pelaku IKM anggota sentra seperti Rendang Gadih dan Rendang Riry, serta melibatkan Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Payakumbuh.

Pendampingan Difokuskan untuk Pasar Ekspor

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan bahwa Ditjen IKMA memberikan penguatan kapasitas manajemen usaha dan peningkatan daya saing produk bagi pelaku IKM.

Sementara itu, LPEI melalui Program Desa Devisa memberikan pendampingan akses pasar ekspor bagi pelaku usaha.

“Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, higienitas produk, kapasitas produksi, serta kesiapan IKM rendang dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun standar pasar ekspor global,” ujar Reni.

Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menyebutkan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 3174 Tahun 2024 terdapat 113 IKM OVOP dari berbagai sektor di Indonesia.

Sektor tersebut meliputi makanan, kain tenun, batik, anyaman, hingga gerabah.

Provinsi Sumatera Barat tercatat memiliki 22 IKM OVOP atau jumlah terbanyak kedua setelah DI Yogyakarta.

Yedi menambahkan bahwa program pendampingan dilakukan berbasis kebutuhan pasar ekspor agar produk IKM mampu bersaing secara global.

Sampel produk IKM terpilih nantinya akan dipromosikan oleh LPEI kepada calon pembeli dan aggregator internasional.

Pemilik IKM Rendang Riry, Haris Budiman mengaku Program OVOP memberikan dampak positif bagi usahanya sejak pertama kali diikuti pada 2013.

Saat ini kapasitas produksi Rendang Riry mencapai 200 kilogram per hari dengan melibatkan 12 tenaga kerja.

Pemilik IKM Rendang Gadih, Dedy Syandera Putera menambahkan bahwa Program OVOP membantu peningkatan kualitas produk, promosi, pengembangan desain dan kemasan, serta perluasan jaringan pembeli dan mitra usaha.

IKM Rendang Gadih kini telah berhasil menembus pasar ekspor ke Australia, Taiwan, dan Jerman.

Penulis :
Shila Glorya