
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bondowoso meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menangani krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menyebut keterbatasan anggaran bahan bakar minyak (BBM) membuat distribusi air bersih hanya mampu dilakukan sekitar 40 kali pengiriman.
"Kami telah mengusulkan permohonan bantuan pengiriman air bersih ke Pemprov Jatim, karena anggaran kami hanya cukup untuk 40 kali pengiriman atau sekitar satu bulan lebih," kata Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo di Bondowoso, Selasa.
Harga BBM Naik, Distribusi Air Terbatas
Kristianto menjelaskan kenaikan harga BBM solar nonsubsidi berdampak langsung pada biaya operasional armada pengangkut air bersih.
"Harga BBM solar nonsubsidi kan naik, sehingga anggaran untuk pengiriman air bersih ke desa terdampak hanya cukup untuk 40 kali pengiriman," ujarnya.
BPBD Bondowoso juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI), PDAM, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat untuk membantu distribusi air bersih.
Data BPBD mencatat sebanyak 7.136 jiwa atau 1.784 kepala keluarga terdampak kekurangan air bersih yang tersebar di 20 dusun, 13 desa, dan 9 kecamatan.
Ribuan Warga Terdampak Kekeringan
BPBD Bondowoso mulai mendistribusikan air bersih sejak pekan lalu menggunakan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Wilayah terdampak kekeringan antara lain berada di Kecamatan Maesan, Prajekan, Klabang, Wringin, Tegal Ampel, Botolinggo, Taman Krocok, Curahdami, dan Tlogosari.
Sejumlah dusun yang mengalami krisis air bersih di antaranya Dusun Jatian, Karang Kotong, Paterongan, Geddingan, hingga Bunglombung Barat dan Tengah.
Pemerintah daerah berharap bantuan dari Pemprov Jawa Timur dapat memperkuat distribusi air bersih selama musim kemarau berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





