
Pantau - Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof Emilda Sulasmi menegaskan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk menjaga generasi muda demi mewujudkan kedaulatan bangsa di masa depan.
Emilda mengatakan tema Harkitnas 2026 “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” harus menjadi pengingat bersama untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, hingga literasi digital generasi muda.
“Tema Harkitnas 2026 ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’ harus menjadi panggilan bersama untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, literasi digital, dan pemerataan kesempatan bagi generasi muda Indonesia,” kata Emilda di Medan, Selasa (19/5).
Literasi Digital Jadi Sorotan
Menurut Emilda, kedaulatan negara saat ini tidak hanya ditentukan kekuatan militer dan wilayah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang unggul dan kritis.
Ia menilai ketimpangan akses pendidikan masih menjadi persoalan serius, terutama bagi anak-anak di wilayah desa, pesisir, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Selain itu, Emilda menyoroti pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
“Tanpa kemampuan berpikir kritis, generasi muda rentan terhadap hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan manipulasi informasi di ruang digital,” ujarnya.
Sekolah Diminta Perkuat Karakter Siswa
Emilda menegaskan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyampaian materi pelajaran, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nalar kritis peserta didik.
Ia mendorong penguatan literasi, ketahanan pangan sekolah, kesehatan peserta didik, dan bimbingan karir dilakukan secara terintegrasi.
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026, Emilda berharap generasi muda menjadi fokus utama pembangunan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat dan berkeadilan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





