
Pantau - Kementerian Sosial memastikan sebanyak 31 rumah milik orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan, Bali akan direnovasi melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) mulai Juni 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono setelah menerima audiensi dari Wakil Bupati Tabanan terkait penanganan rumah tidak layak huni bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat.
“Sebanyak 31 unit rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di Tabanan telah masuk dalam program perbaikan rumah dan ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2026,” kata Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5).
Program Renovasi untuk Keluarga Prasejahtera
Agus Jabo menjelaskan program renovasi rumah tersebut menyasar keluarga prasejahtera yang anaknya terdaftar di Sekolah Rakyat rintisan.
Salah satu sekolah yang menjadi bagian program tersebut adalah Sekolah Rakyat Mahatmiya Pintar (SRMP) 17 Tabanan yang saat ini mengasuh 74 siswa di kompleks Sentra Mahatmiya Bali, Tabanan.
Selain renovasi rumah di Bali, Kemensos juga membahas percepatan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Pemerintah Kota Baubau disebut telah menyiapkan lahan seluas 7,9 hektare di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-Lea untuk pembangunan sekolah tersebut.
Baubau Masuk Prioritas Sekolah Rakyat Permanen
Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengatakan lahan pembangunan telah ditinjau dan dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Ia memastikan seluruh kelengkapan administrasi kini telah diselesaikan agar pembangunan fisik segera dimulai pemerintah pusat.
“Kalau di catatan KemenPU awalnya masih ada catatan soal sertifikat, tetapi sekarang sudah dipisahkan dan sudah clear,” ujar Yusran.
Perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Jauhari menyebut Kota Baubau masuk daftar prioritas pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen tahap ketiga.
“Semuanya sudah clear dan kriterianya sudah memenuhi,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





