
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong transformasi pengelolaan arsip berbasis elektronik melalui implementasi aplikasi e-Office dan sistem Arsip Jakarta Mendunia (Arjuna) guna menjaga rekam jejak kebijakan pemerintahan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan penggunaan aplikasi e-Office terus meningkat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
“Tidak hanya ratusan atau ribuan. Di tahun 2025 surat masuk di e-Office mencapai 457.641 dokumen. Dokumen yang dikerjakan oleh teman-teman masing-masing OPD masuk di e-office. Sebelumnya masih sekitar 370-an ribu,” ungkap Djoko dalam acara daring Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Kamis.
Selain e-Office, penggunaan aplikasi Arjuna juga mengalami peningkatan signifikan.
“Awalnya 10 ribuan. Tahun 2026 meningkat, 160 ribuan dokumen yang masuk di kami,” katanya.
Pengelolaan Arsip Disebut Lebih Cepat dan Efisien
Djoko mengatakan sistem digital membuat proses surat-menyurat, pengelolaan arsip, hingga penggunaan tanda tangan elektronik menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah diakses.
Menurut dia, transformasi digital dalam kearsipan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja birokrasi.
“Bukan hanya transformasi teknologi, namun transformasi budaya. Yang menjadi penting, disiplin menggunakan digital, pekerjaan birokrasi. Ini akan menuju ke pemerintah modern yang berbasis digital,” ujarnya.
Ia menilai sistem digital juga mempermudah penelusuran data dan memastikan keaslian dokumen secara lebih terjamin.
OPD dan BUMD Diminta Maksimalkan e-Office
Djoko menegaskan transformasi digital tidak akan berjalan optimal jika perangkat daerah dan BUMD masih bergantung secara berlebihan pada dokumen fisik.
Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan BUMD memaksimalkan penggunaan e-Office dalam administrasi sehari-hari.
“Dengan demikian, proses disposisi, persetujuan, sampai penyimpanan arsip dapat dilakukan secara cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan penguatan sistem arsip digital dapat mendukung terwujudnya birokrasi modern menuju Jakarta sebagai kota global.
- Penulis :
- Aditya Yohan





