HOME  ⁄  Nasional

Giant Sea Wall di Kabupaten Tangerang Disiapkan dengan Tiga Jenis Tanggul Laut untuk Lindungi Kawasan Pantura

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Giant Sea Wall di Kabupaten Tangerang Disiapkan dengan Tiga Jenis Tanggul Laut untuk Lindungi Kawasan Pantura
Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja memberikan keterangan resmi terkait rancangan pembangunan Giant Sea Wall di Kabupaten Tangerang, Banten (sumber: ANTARA/Azmi Samsul M)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyebut proyek Giant Sea Wall di kawasan pesisir utara Kabupaten Tangerang akan dibangun dengan tiga jenis tanggul laut sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang diinisiasi pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan tiga jenis pembangunan tanggul tersebut meliputi pengembangan tanaman mangrove sebagai pagar laut alami, breakwater atau tanggul pemecah ombak, serta tanggul laut raksasa.

Soma mengungkapkan, "Tiga rancangan pembangunan infrastruktur tanggul laut ini telah masuk dalam proyek strategi nasional yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Pembangunan proyek tanggul yang akan dibangun di pantai utara Kabupaten Tangerang sepanjang 19 kilometer".

Wilayah yang terdampak proyek berada di sekitar Kecamatan Kosambi, termasuk Kosambi Barat, Kosambi Timur, serta sejumlah wilayah lain di kawasan tersebut.

Proyek Giant Sea Wall Terhubung hingga Surabaya

Soma mengatakan proyek Giant Sea Wall dirancang membentang mulai dari Pantura Jawa, Jakarta hingga Surabaya.

Kawasan pesisir utara Kabupaten Tangerang menjadi salah satu bagian penting dalam mega proyek perlindungan pesisir tersebut.

Soma mengungkapkan, "Jadi sebenarnya rancangan proyek ini sudah banyak penelitian. Dari ahli oseanografi, ahli kelautan yang sudah sangat terlibat sudah ada penelitiannya begitu".

Ia menjelaskan kedalaman proyek di kawasan Teluk Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 19 meter.

Soma mengatakan, "Kalau tidak salah kedalamannya juga sekitar 19 meter, itu yang paling dalam di Teluk Jakarta. Saya mendengar juga di sisi sebelah timurnya hingga Semarang akan dibangun".

Konektivitas Infrastruktur Disiapkan untuk Dorong Ekonomi

Selain perlindungan pesisir, proyek Giant Sea Wall juga dirancang terhubung dengan berbagai infrastruktur pendukung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Pantura.

Konektivitas yang disiapkan meliputi jaringan jalan eksisting, jaringan tol, hingga akses dari kawasan Pantai Indah Kapuk menuju Balaraja.

Soma mengatakan, "Nanti konektivitasnya juga ini harus nyambung dengan jalan-jalan yang ada. Jaringan jalan yang ada di kita, jaringan tol yang dari PIK, arah Balaraja untuk meningkatkan ekonomi".

Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa memiliki panjang sekitar 575 kilometer dan dibagi ke dalam 15 segmen pembangunan.

Mega proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk melindungi pabrik, kantor, dan kawasan industri, tetapi juga menjaga ekosistem, ekologi pesisir, serta kehidupan nelayan di kawasan Pantura.

Pengembangan sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa, termasuk Giant Sea Wall, menjadi bagian strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir utara Pulau Jawa.

Urgensi pembangunan proyek tersebut disebut untuk melindungi kontribusi wilayah Pantura Jawa terhadap produk domestik bruto nasional yang mencapai sekitar 368,3 miliar dolar AS.

Penulis :
Arian Mesa