
Pantau - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyambut baik pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan otoritas Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza.
Sukamta menilai pemerintah Indonesia bergerak cepat dan efektif dalam mengupayakan pembebasan para relawan kemanusiaan tersebut.
“Saya mengucapkan penghargaan dan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, yang telah bekerja keras melakukan langkah-langkah diplomasi dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia,” kata Sukamta di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Ia menyebut komunikasi diplomatik intensif dan koordinasi lintas negara menjadi faktor penting dalam proses pembebasan para WNI.
DPR Apresiasi Langkah Diplomasi Pemerintah
Komisi I DPR juga mengapresiasi peran aktif Kedutaan Besar Republik Indonesia di sejumlah negara terkait yang terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap para WNI selama proses penahanan berlangsung.
Menurut Sukamta, koordinasi pemerintah dengan otoritas penerbangan, imigrasi, dan unsur perlindungan WNI berjalan baik sehingga proses pemulangan dapat dilakukan dengan aman.
“Ini menunjukkan kerja sama yang baik antara Kementerian Luar Negeri, perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, serta berbagai lembaga terkait dalam memastikan keselamatan para aktivis kemanusiaan Indonesia,” ujarnya.
Sukamta turut memberikan penghargaan kepada Turki dan negara sahabat lainnya yang membantu proses evakuasi dan pemulangan para aktivis Indonesia.
WNI Relawan Gaza Dipastikan Segera Pulang
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan sembilan WNI peserta pelayaran kemanusiaan GSF 2.0 telah keluar dari Israel dan tiba di Istanbul, Turkiye, pada Kamis waktu setempat.
Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan koordinasi agar seluruh proses kepulangan para relawan berjalan lancar.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar,” kata Sugiono.
Kesembilan WNI tersebut sebelumnya ditahan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kepada warga Gaza.
- Penulis :
- Aditya Yohan





