HOME  ⁄  Nasional

TNI-Polri Berupaya Evakuasi Jenazah Pendulang Korban Serangan KKB di Papua

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

TNI-Polri Berupaya Evakuasi Jenazah Pendulang Korban Serangan KKB di Papua
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Tim gabungan dari Polres Yahukimo, Satgas Damai Cartenz dan Brimob Polda Papua, Jumat (27/9) mengevakuasi dua jenazah pendulang emas ilegal yang ditembak KKB di Bingki. ANTARA/HO/Satgas Damai Cartenz.)

Pantau - Personel TNI dan Polri terus berupaya mengevakuasi jenazah para pendulang emas korban kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sekitar Camp Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra mengatakan proses evakuasi dilakukan bersama berbagai pihak karena lokasi kejadian lebih mudah dijangkau dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Serangan KKB Tewaskan 11 Pendulang Emas

Wisnu menjelaskan serangan bermula pada Senin (18/5) sekitar pukul 14.00 WIT saat lima orang terduga pelaku mendatangi kamp pendulang dengan membawa parang dan busur.

Para pelaku awalnya meminta makan, minum, dan kopi sebelum menyerang korban ketika sebagian pendulang sedang beristirahat dan memperbaiki mesin tambang.

“Meskipun masuk wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, namun lokasi itu lebih mudah dijangkau dari Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan,” kata Wisnu.

Akibat serangan tersebut, sejumlah pendulang mengalami luka dan korban meninggal terus bertambah hingga mencapai 11 orang.

“Laporan terakhir ada 11 orang pendulang emas meninggal di Camp Kali Fis,” ujar Kapolres.

Sebelumnya, serangan dilaporkan dilakukan KKB Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.

Proses Evakuasi Terkendala Penutupan Jalur Sungai

Wisnu mengatakan proses evakuasi mengalami kendala karena masyarakat menutup akses Sungai Pisang-Pisang yang menjadi jalur utama menuju Tanah Merah.

Jalur tersebut sempat dibuka setelah koordinasi dengan masyarakat dan pihak koperasi pengelola, namun kembali ditutup.

Diperkirakan masih terdapat sekitar 100 hingga 150 orang pengungsi dan penambang di wilayah Kawe, termasuk di Kali Fis dan Sungai Pisang-Pisang.

Para pengungsi direncanakan dievakuasi menuju Dermaga Iwot sebelum diamankan ke Markas Polres Boven Digoel untuk pendataan, pemulihan trauma, dan pemeriksaan saksi.

“TNI, Polri bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengevakuasi para korban beserta pendulang dan mengidentifikasi,” kata Wisnu.

Penulis :
Aditya Yohan