HOME  ⁄  Nasional

Komisi VI DPR RI Minta Sinergi Transportasi BUMN Diperkuat demi Dukung Pariwisata DIY

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi VI DPR RI Minta Sinergi Transportasi BUMN Diperkuat demi Dukung Pariwisata DIY
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo, saat Kunjungan Kerja Komisi VI di Yogyakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Nal/Karisma.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo meminta integrasi moda transportasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta segera dioptimalkan guna mendukung aksesibilitas kawasan pariwisata secara menyeluruh saat kunjungan kerja Komisi VI di Yogyakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Eko menilai penguatan sinergi antarmoda transportasi penting dilakukan untuk mengatasi tantangan konektivitas first mile dan last mile yang selama ini masih menghambat kenyamanan mobilitas wisatawan di DIY.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi penggerak utama perekonomian DIY dengan pertumbuhan lapangan usaha akomodasi, makanan, dan minuman mencapai 11,59 persen pada Triwulan I Tahun 2026.

“Yogyakarta ini adalah kota yang benar-benar makanya disebut Daerah Istimewa Yogyakarta, karena pariwisatanya harus didukung penuh. Kita memiliki Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo yang sangat megah dan agung, namun saat ini jalurnya belum dimaksimalkan dengan baik. Kita ingin seluruh pariwisatanya terintegrasi total,” ujar Eko.

Soroti Integrasi Antarmoda Transportasi

Dalam keterangannya, Eko menjelaskan Yogyakarta International Airport saat ini melayani sekitar 95 persen penumpang domestik di DIY dengan lonjakan kedatangan penumpang mencapai 52,47 persen pada Maret 2026.

Namun, tingginya mobilitas tersebut dinilai belum diimbangi dengan sinkronisasi layanan antarmoda yang optimal menuju pusat kota maupun destinasi wisata utama.

“Tantangan kita hari ini adalah mengoneksikan jalur pesawat, kereta api panoramik, armada DAMRI, hingga pengelolaan jalan tol oleh Jasa Marga. Jika semua simpul transportasi ini tidak terintegrasi, potensi megah dari infrastruktur yang sudah dibangun BUMN akan kurang maksimal dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Eko juga menyoroti keterbatasan konektivitas dari simpul transportasi menuju destinasi wisata seperti Malioboro, Prambanan, hingga Gunungkidul yang berdampak pada tingginya penggunaan kendaraan pribadi dan memicu kepadatan lalu lintas.

Komisi VI Siapkan RDP dengan BUMN Transportasi

Komisi VI DPR RI berkomitmen membawa hasil temuan lapangan tersebut ke Jakarta untuk ditindaklanjuti bersama sejumlah BUMN sektor transportasi.

Eko mengatakan pihaknya akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama InJourney, PT KAI, DAMRI, dan mitra kerja terkait guna mewujudkan sistem mobilitas yang modern dan efisien di DIY.

“Seluruh pemetaan masalah yang kita himpun hari ini akan menjadi 'oleh-oleh' untuk ditindaklanjuti. Kami akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara menyeluruh di Jakarta bersama InJourney, PT KAI, Damri, dan mitra kerja terkait demi mewujudkan sistem mobilitas yang modern dan efisien,” pungkasnya.

Penulis :
Aditya Yohan