
Pantau - Banjir melanda Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akibat hujan lebat yang memicu luapan sungai hingga merendam 538 rumah dan berdampak kepada 1.050 jiwa pada Senin.
Luapan Sungai Rendam Permukiman Warga
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Minggu malam hingga Senin pagi.
“Kiriman air dari hulu Sungai Widodaren, yakni dari Kecamatan Jaken, Pucakwangi, dan Todanan. Sedangkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Widadaren sampai dengan laut, meliputi Sungai Gedong dan Kaliombo yang dangkal karena sedimen dan tumpukan sampah yang menyumbat di bawah jembatan, sehingga turut berdampak pada kelancaran arus air,” ungkap Martinus.
BPBD mencatat sebanyak 150 rumah mengalami genangan hingga masuk ke dalam bangunan dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 sentimeter.
Banjir juga merendam tiga sekolah sehingga aktivitas belajar diliburkan karena air masuk ke ruang kelas.
Selain permukiman, genangan turut berdampak terhadap 57 tempat ibadah yang terdiri atas mushala, masjid, dan gereja.
Air juga menggenangi sawah, tempat penggilingan padi, pekarangan warga, serta akses jalan desa.
Warga Tidak Mengungsi Meski Banjir Meluas
“Meskipun masih terjadi genangan banjir, tidak ada warga yang mengungsi. Sedangkan korban jiwa nihil,” ujar Martinus.
Salah satu warga, Mail (36), mengatakan banjir kali ini merupakan kejadian kedua dalam sepekan terakhir.
Ia menyebut hujan deras pada Sabtu malam sempat menyebabkan banjir yang kemudian surut sebelum kembali terjadi pada Minggu malam.
Menurut Mail, banjir pada Senin lebih besar dibanding kejadian sebelumnya karena genangan air hampir merata di seluruh wilayah desa.
BPBD Kabupaten Pati terus melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir dan perkembangan debit air di wilayah terdampak.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti





