
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada warga RT 09 Gunung Balai, Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak berkurangnya pasokan air selama musim kemarau.
Penyaluran Air Bersih untuk Penuhi Kebutuhan Warga
Bantuan tersebut disalurkan sebagai tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Desa Pingaran Ulu yang mengajukan distribusi air bersih beserta peminjaman tandon air setelah warga mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau. Kami menyalurkan 15.000 liter air agar dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga," ungkapnya.
Menurut Wasis, bantuan air bersih diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, air minum, mandi, dan mencuci agar aktivitas warga tetap berjalan meski pasokan air menurun.
BPBD Siap Tambah Bantuan Sesuai Kebutuhan
BPBD Kabupaten Banjar terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi jika kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.
"Kami akan memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap menindaklanjuti setiap permohonan bantuan air bersih sesuai kebutuhan serta ketersediaan armada distribusi," ujar Wasis.
Selain menyiapkan armada distribusi, BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana agar cadangan yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih lama selama musim kemarau.
"Selain itu, kami mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau sehingga kebutuhan bersama tetap dapat terpenuhi," katanya.
BPBD Kabupaten Banjar memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memetakan wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih sehingga penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





