
Pantau - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan pemerintah menyetujui anggaran sebesar Rp100,16 triliun untuk pemulihan permanen pascabencana di Sumatera yang akan berlangsung selama periode 2026 hingga 2028.
Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengatakan rehabilitasi dan rekonstruksi kini telah memasuki tahap ketiga, yakni pemulihan permanen setelah sebelumnya melalui tahap tanggap darurat dan tahap transisi.
Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan rencana induk pembangunan atau Renduk setelah merekap data dari seluruh daerah terdampak bencana di Sumatera.
"Anggaran yang sudah kami usulkan dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad," ungkap Tito.
Pembagian Anggaran Pemulihan
Berdasarkan rencana induk tersebut, tahap pemulihan permanen ditargetkan selesai dalam kurun waktu tiga tahun, yakni 2026, 2027, dan 2028.
Tito menjelaskan pembagian anggaran dilakukan secara bertahap dengan alokasi Rp38,9 triliun pada 2026, Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028.
"Di tahun 2026 totalnya adalah Rp38,9 triliun. Kemudian untuk tahun 2027, Rp32,9 triliun, dan di tahun 2028, Rp28,2 triliun. Totalnya lebih kurang Rp100,1 triliun," kata Tito.
Anggaran tersebut dibagi ke berbagai kementerian sesuai bidang penanganan masing-masing.
Porsi terbesar dialokasikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan infrastruktur dengan total anggaran sekitar Rp69 triliun selama tiga tahun.
"Kementerian PU Itu lebih kurang totalnya Rp69 triliun selama 3 tahun, tahun ini Rp22 triliun," ujar Tito.
Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Hunian
Dalam rencana induk tersebut terdapat total 11.512 kegiatan pembangunan yang mencakup pembangunan jalan, jembatan, sekolah, hingga hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.
Tito menjelaskan setiap tahun memiliki prioritas pembangunan yang berbeda sesuai kebutuhan dan progres pekerjaan di lapangan.
Ia mencontohkan proyek pembangunan sungai yang tinggal tahap akhir penyelesaian akan menjadi prioritas pada tahun 2027.
"Nah, yang menjadi prioritas terakhir, misalnya sungai yang tinggal ujung-ujungnya aja, ya, itu di tahun 2027," jelasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa





