HOME  ⁄  Nasional

Empat Guru Besar Unhas Paparkan Inovasi Teknologi Pertanian hingga Kemasan Ramah Lingkungan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Empat Guru Besar Unhas Paparkan Inovasi Teknologi Pertanian hingga Kemasan Ramah Lingkungan
Foto: Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa berfoto bersama empat Profesor yang baru saja dikukuhkan di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin 25/5/2026 (sumber: Unhas)

Pantau - Empat Guru Besar Universitas Hasanuddin memaparkan hasil riset inovatif terkait teknologi pertanian, mutu pangan, hingga kualitas pascapanen dalam acara pengukuhan di Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin, 25 Mei 2026, yang turut dihadiri Rektor Unhas Jamaluddin Jompa.

Riset Pascapanen Tingkatkan Mutu dan Nilai Ekonomi Beras

Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pengolahan Pascapanen, Andi Nur Faidah Rahman, menjelaskan penanganan pascapanen yang kurang baik dapat menyebabkan susut hasil tinggi, penurunan mutu, kerusakan fisik, hingga berkurangnya kandungan gizi produk pertanian.

“Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi susut hasil, mempertahankan mutu fisik dan gizi, mencegah kerusakan selama penyimpanan serta meningkatkan nilai ekonomi beras,” ungkap Andi Nur Faidah Rahman.

Ia menjelaskan beras kesehatan atau beras fungsional memiliki kandungan bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Menurutnya, teknologi pascapanen melalui proses perkecambahan mampu meningkatkan kandungan Gamma Aminobutyric Acid (GABA) secara signifikan selama proses berlangsung.

Penelitian tersebut mengeksplorasi metode perkecambahan gabah untuk meningkatkan mutu pascapanen beras, nilai gizi, serta kualitas fisik beras.

Proses perkecambahan juga diketahui memicu perubahan biokimia pada biji-bijian berupa peningkatan kandungan vitamin, asam amino esensial, dan antioksidan.

“Kontribusi hasil penelitian ini adalah pengembangan metode inovatif yang dapat meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi beras, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia,” katanya.

Penelitian Alsintan Dorong Efisiensi Produksi Pertanian

Guru Besar Bidang Alat dan Mesin Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Unhas, Iqbal, memaparkan penelitian terkait alat dan mesin pertanian atau Alsintan yang dinilai menjadi faktor penting dalam revolusi hijau.

Menurut Iqbal, penggunaan Alsintan memungkinkan peningkatan hasil panen secara signifikan melalui efisiensi proses budidaya.

“Hal serupa dari berbagai hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penggunaan traktor roda dua dan empat dapat memberikan dampak positif berupa meningkatnya efisiensi waktu olah tanah, menurunkan biaya, meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi,” ujar Iqbal.

Ia menyebut penelitian lain yang dilakukan meliputi modifikasi aplikator kompos, uji kinerja alat pertanian untuk tanaman padi, tanaman tebu, hingga hortikultura.

Edible Packaging Jadi Solusi Kemasan Ramah Lingkungan

Guru Besar Bidang Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Fakultas Teknologi Pertanian Unhas, Adiansyah, memaparkan penelitian mengenai edible packaging yang disebut sebagai generasi ketiga kemasan pangan.

Menurut Adiansyah, edible packaging terdiri atas edible film dan edible coating yang dikembangkan menggunakan biopolymer alami seperti pati, protein, dan polisakarida.

Ia menjelaskan inovasi tersebut dapat dimakan, mudah terurai secara hayati, serta mendukung prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

“Ini merupakan system yang kompleks, karena melibatkan kompleksitas material sebagai bahan penyusun, teknologi proses, regulasi dan perilaku konsumen. Pengembangan edible packaging menjadi semakin relevan karena isu sampah plastik dan tuntutan akan kemasan yang ramah lingkungan,” jelas Adiansyah.

Ia menambahkan tantangan utama penelitian edible packaging adalah menjaga stabilitas material agar kemasan tetap mampu mempertahankan fungsi protektif selama proses produksi, distribusi, hingga konsumsi.

Menurutnya, material berbasis biopolymer alami tersebut lebih sensitif terhadap suhu, kelembapan, dan cahaya.

Penulis :
Shila Glorya