HOME  ⁄  Nasional

Transformasi Digital Jadi Fokus Debat Calon Pengurus Koperasi Pegawai DPR RI

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Transformasi Digital Jadi Fokus Debat Calon Pengurus Koperasi Pegawai DPR RI
Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini (sumber: DPR RI)

Pantau - Transformasi digital menjadi agenda utama dalam Debat Calon Pengurus Koperasi Pegawai DPR RI Periode 2026–2030 yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Suprihartini menilai digitalisasi menjadi kunci pengembangan koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan anggota yang semakin dinamis.

Digitalisasi Jadi Prioritas Pengembangan Koperasi

Suprihartini menyampaikan hal tersebut usai menghadiri debat calon pasangan ketua dan wakil ketua pengurus serta ketua dan wakil ketua pengawas koperasi.

Menurutnya, kedua pasangan calon pengurus menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan koperasi melalui penguatan kelembagaan dan inovasi berbasis teknologi.

"Alhamdulillah, tadi dua calon pengurus memaparkan visi-visi terkait bagaimana tata kelembagaan koperasi kita dan juga proses-proses digitalisasi dari berbagai usaha yang sudah dilakukan. Ini menunjukkan bagaimana keinginan dari dua calon pengurus ini untuk terus meningkatkan usaha-usaha koperasi dalam rangka memberikan dampak dan menyejahterakan seluruh anggota koperasi," kata Suprihartini.

Dalam debat tersebut, pasangan Dedy Bagas Perkasa dan Beny Rahbandiyosa Sabri tampil sebagai Kandidat Nomor 1.

Sementara pasangan Rohani Budi Prihatin dan Saeful Anwar menjadi Kandidat Nomor 2.

Kedua pasangan memaparkan program kerja terkait digitalisasi layanan, penguatan usaha koperasi, dan peningkatan manfaat ekonomi bagi anggota.

Program yang ditawarkan meliputi pengembangan sistem pemesanan barang secara daring, distribusi barang berbasis digital, serta optimalisasi unit usaha koperasi melalui teknologi informasi.

Teknologi Dinilai Tingkatkan Efisiensi Layanan

Menurut Suprihartini, pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempermudah anggota dalam mengakses layanan koperasi.

"Itu tadi pertanyaan yang saya ajukan khususnya terkait dengan digitalisasi yang akan dilakukan. Beberapa kegiatan yang terkait dengan digitalisasi saat ini juga sudah dilakukan oleh pengurus yang ada dan akan terus mereka kembangkan," ujarnya.

Ia menambahkan digitalisasi membuka peluang bagi koperasi untuk mengelola usaha secara lebih efektif melalui sistem yang terintegrasi.

Dengan sistem tersebut, koperasi dapat menyesuaikan stok barang sesuai kebutuhan anggota sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Debat tersebut juga menghadirkan calon pengawas koperasi yaitu Indra Pahlevi dan Sam Karya Nugraha.

Kedua calon pengawas menyoroti pentingnya penguatan sistem pengawasan dan mitigasi risiko dalam kegiatan usaha koperasi.

Suprihartini menilai seluruh kandidat menunjukkan keseriusan dalam menyusun program kerja yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota.

Menurutnya, gagasan para kandidat mencerminkan komitmen untuk menjaga keberlanjutan koperasi sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman melalui inovasi dan digitalisasi.

Harapkan Program Bisa Direalisasikan

Suprihartini berharap siapa pun yang terpilih nantinya dapat merealisasikan visi dan program yang telah dipaparkan dalam debat.

Ia menegaskan keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan anggota.

"Yang terpenting adalah bagaimana usaha-usaha yang akan mereka lakukan dapat menjaga keberlangsungan koperasi dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh anggota," kata Suprihartini.

Penulis :
Shila Glorya