HOME  ⁄  Nasional

Penanganan Stroke Masih Jadi Tantangan Besar di Wilayah dengan Kasus Tinggi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Penanganan Stroke Masih Jadi Tantangan Besar di Wilayah dengan Kasus Tinggi
Foto: (Sumber : Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan menekankan pentingnya memberikan penanganan secara cepat dan tepat pada pasien penderita stroke, terutama pada wilayah dengan prevalensi tinggi. ANTARA/HO-Siloam Hospitals Dhirga Surya.)

Pantau - Chief Executive Officer Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan Hartono Teguh Wijaya menyebut penanganan stroke masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Sumatera Utara.

Hartono mengatakan prevalensi stroke di Sumatera Utara mencapai sekitar 9,3 persen sehingga menjadikan wilayah tersebut memiliki beban kasus signifikan secara nasional.

Menurutnya, kecepatan penanganan dan kesiapan fasilitas kesehatan dengan sistem layanan terintegrasi menjadi faktor utama dalam menyelamatkan pasien stroke.

Penanganan Cepat Jadi Penentu Keselamatan Pasien

Hartono menjelaskan pasien stroke harus mendapatkan penanganan dalam periode emas atau golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Penanganan dalam rentang waktu tersebut dinilai mampu meningkatkan peluang pemulihan pasien sekaligus mengurangi risiko kecacatan permanen.

“Tantangan untuk menangani stroke juga diperlukan kecepatan penanganan awal pasien (door-to-needle time) serta kemampuan melakukan tindakan lanjutan seperti trombektomi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan keberhasilan penanganan stroke juga membutuhkan kolaborasi tim medis lintas spesialis seperti neurologi, radiologi, dan bedah saraf guna memastikan pelayanan berjalan optimal.

Edukasi Masyarakat Dinilai Sangat Penting

Hartono menilai peningkatan layanan stroke tidak hanya bergantung pada teknologi medis, tetapi juga kesadaran masyarakat terhadap gejala awal stroke dan pentingnya penanganan cepat.

“Dengan adanya fasilitas berstandar internasional di daerah, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan penanganan stroke yang cepat dan tepat dapat semakin luas, sekaligus meningkatkan peluang keselamatan pasien di Indonesia,” kata Hartono.

Dalam kesempatan tersebut, Hartono juga menyampaikan bahwa Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan telah meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi komitmen kami untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan stroke terbaik tanpa harus ke luar negeri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sertifikasi Advanced Stroke Centre diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke, mulai dari diagnosis cepat, intervensi medis lanjutan, hingga rehabilitasi berbasis bukti.

Penulis :
Ahmad Yusuf