
Pantau - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menekankan pentingnya menjaga cagar budaya sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas dan jati diri daerah di tengah arus pembangunan dan modernisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, saat membuka Seminar Cagar Budaya Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026 di Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (26/5/2026).
Seminar bertema “Merawat Cagar Budaya, Memperkuat Identitas Bangsa” itu menjadi forum diskusi ilmiah dan koordinasi lintas sektor dalam merumuskan strategi pelestarian budaya di tengah pesatnya pembangunan modern.
“Upaya ini kita lakukan agar generasi muda di Deli Serdang tidak melupakan akar sejarah, nilai-nilai tradisi, spiritualisme, kultur budaya, hingga nilai ekonomi yang diwariskan para pendahulu. Pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat yang sehat, cerdas, religius, dan berkelanjutan,” ujar Lom Lom Suwondo.
Pemkab Komitmen Lindungi Situs Bersejarah
Lom Lom menegaskan cagar budaya bukan hanya sekadar bangunan tua atau peninggalan masa lalu, tetapi simbol sejarah, perjuangan, peradaban, dan identitas masyarakat yang harus dijaga bersama.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berkomitmen melakukan perlindungan dan pelestarian terhadap situs budaya dan potensi sejarah melalui asesmen, uji kelayakan, pendokumentasian, hingga pengumpulan bukti autentik.
“Melalui seminar ini kita berharap lahir rekomendasi dan masukan dari para akademisi, budayawan, tokoh agama, serta masyarakat sebagai dasar dalam merawat dan melindungi warisan budaya di Deli Serdang,” katanya.
Menurutnya, banyak situs budaya di Deli Serdang yang mulai terlupakan sehingga berpotensi mengalami degradasi nilai sejarah dan budaya.
Sejumlah Situs Budaya Dibahas dalam Seminar
Beberapa objek yang dibahas dalam seminar tersebut di antaranya Rumah Datuk Ong di Pagar Merbau, Rumah Kedatukan Batang Kuis, Gereja Kristen Jawa Desa Kolam, Klenteng Naga Hijau Pantai Labu, Makam Sultan Deli atau Gocah Pahlawan, hingga Benteng Tanduk Benua.
Lom Lom menyebut keberadaan situs tersebut menunjukkan Deli Serdang sejak dahulu tumbuh sebagai wilayah yang kaya akan nilai budaya, perdagangan, adat istiadat, dan kehidupan masyarakat multikultural.
“Keberadaan situs-situs tersebut menunjukkan bahwa sejak dahulu Deli Serdang tumbuh sebagai wilayah yang kaya akan nilai budaya, toleransi, perdagangan, adat istiadat, dan kehidupan masyarakat multikultural. Ini merupakan kekuatan besar yang harus diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan banyak bangunan dan situs budaya mulai termakan usia serta perkembangan zaman sehingga membutuhkan perhatian bersama.
“Banyak bangunan dan situs budaya yang mulai termakan usia dan perkembangan zaman. Ini menjadi kesedihan sekaligus tantangan bagi kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya,” ungkapnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





