
Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan instalasi infrastruktur pembelajaran digital di 93 titik gedung Sekolah Rakyat permanen dapat beroperasi penuh pada Juli 2026 untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan percepatan pembangunan fasilitas penunjang teknologi dilakukan bersamaan dengan penyelesaian pembangunan fisik tahap kedua yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Komdigi akan bekerja sama dengan Kementerian PU dan Kementerian Sosial untuk membangun infrastruktur bagi infrastruktur pembelajaran digital. Instalasi sambungan internet maupun hal-hal lain yang terkait dengan pembelajaran digital itu dilakukan percepatan agar bulan Juli bisa dimanfaatkan,” kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa.
Pemerintah Kejar Akses Digital untuk Siswa Rentan
Saifullah menjelaskan penyelesaian infrastruktur digital pada Juli dinilai penting agar siswa dari keluarga dengan tingkat ekonomi terendah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat langsung memanfaatkan sistem pembelajaran digital sejak hari pertama sekolah.
Menurut dia, integrasi jaringan internet di lingkungan Sekolah Rakyat diharapkan mampu mengurangi kesenjangan literasi digital dan memperluas akses pembelajaran modern bagi anak-anak rentan di berbagai daerah.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan koordinasi dan kondisi geografis di sejumlah lokasi sekolah yang menyulitkan proses penyambungan jaringan telekomunikasi.
“Koordinasi akan kita perkuat nanti di minggu depan di Kantor Staf Presiden (KSP), di kantornya Pak Dudung ya. Insyaa Allah minggu depan akan kita lakukan koordinasi lagi,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat Jadi Program Prioritas Pemerintah
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah atau Desil 1-4 berdasarkan DTSEN.
Program tersebut mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan layanan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, hingga keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.
Berdasarkan data Kemensos, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 38 provinsi sejak Juli 2025 dan menampung 15.900 siswa tingkat SD hingga SMA.
Pemerintah juga tengah membangun 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini sebagai bagian dari target pembangunan 500 sekolah permanen hingga 2029.
Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kemensos turut menambah 10 titik Sekolah Rakyat rintisan untuk menampung anak telantar, anak jalanan, dan anak yang berpotensi putus sekolah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





