HOME  ⁄  Nasional

Mendikdasmen Sebut Nasib Guru Honorer 2027 Masih Dibahas Bersama Kementerian Terkait

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendikdasmen Sebut Nasib Guru Honorer 2027 Masih Dibahas Bersama Kementerian Terkait
Foto: (Sumber : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat berkunjung ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu..)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan nasib guru honorer atau non-aparatur sipil negara (ASN) untuk tahun 2027 masih dibahas bersama kementerian terkait.

Abdul Mu’ti memastikan guru non-ASN masih dapat bekerja hingga akhir tahun 2026 meskipun pemerintah tengah menyiapkan kebijakan penataan tenaga honorer secara nasional.

“Guru-guru non-ASN itu masih bisa bekerja sampai akhir tahun ini. Untuk tahun 2027 sudah kami bicarakan dengan kementerian terkait, nanti hasilnya bagaimana baru bisa kami sampaikan,” ujar Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (26/5/2026).

Ia mengatakan pemerintah memahami peran penting guru honorer dalam menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar, terutama di daerah yang masih kekurangan tenaga pendidik.

Menurut dia, keberadaan guru non-ASN masih sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan pendidikan di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan terluar.

Pemerintah Dorong Guru Ikut Program RPL dan PPG

Selain membahas status guru honorer, Kemendikdasmen juga terus mendorong peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai program strategis.

Salah satu program yang didorong pemerintah adalah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan D4 atau S1.

Pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu guru mengikuti program RPL pada tahun ini.

Program tersebut didukung bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.

“Kalau mereka sudah memiliki kualifikasi D4 atau S1, nanti dapat mengikuti program PPG dan ketika memenuhi ketentuan bisa memperoleh tunjangan sertifikasi,” kata Abdul Mu’ti.

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru

Kemendikdasmen juga memperkuat kompetensi guru melalui berbagai pelatihan.

Pelatihan tersebut meliputi deep learning, coding, kecerdasan buatan atau AI, bimbingan konseling, hingga sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.

Abdul Mu’ti menegaskan kualitas guru menjadi faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Sebagus apa pun teknologi dan sarana prasarana sekolah, kalau guru-gurunya tidak berkualitas maka pendidikan tidak akan mencapai hasil maksimal,” ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf