HOME  ⁄  Nasional

Timwas DPR Nilai Penyelenggaraan Haji 2026 Lebih Tertata dengan Layanan yang Semakin Humanis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Timwas DPR Nilai Penyelenggaraan Haji 2026 Lebih Tertata dengan Layanan yang Semakin Humanis
Foto: (Sumber : Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Abdul Wachid saat ditemui Parlementaria, di kawasan Jamarat, Mina, Makkah, Kamis (28/5/2026). Foto: Andri/Sari.)

Pantau - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam penataan jemaah, layanan akomodasi, konsumsi, dan mobilisasi menuju lokasi ibadah.

Anggota Timwas Haji DPR RI Abdul Wachid mengatakan pelaksanaan haji tahun ini yang untuk pertama kalinya dikelola penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah berjalan lebih tertata.

“Untuk pelaksanaan haji tahun 2026 ini yang pertama kali dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Saya lihat lumayan bagus berhasil,” kata Abdul Wachid di kawasan Jamarat, Mina, Makkah, Kamis (28/5).

Penempatan Jemaah dan Akomodasi Dinilai Lebih Baik

Menurut Abdul Wachid, penyederhanaan syarikah dari delapan menjadi dua perusahaan layanan membuat proses penataan jemaah menjadi lebih mudah dan terorganisir.

Penggunaan kartu Nusuk dan tasreh juga dinilai membantu jemaah mengetahui lokasi hotel serta kelompok masing-masing sejak tiba di Arab Saudi.

Ia menyebut sistem baru tersebut membuat jemaah dapat ditempatkan bersama keluarga, pendamping, bahkan sesama warga dari daerah yang sama.

“Jemaah bisa satu kelompok dengan keluarganya, dengan pendampingnya, bahkan satu kabupaten. Ini ibaratnya seperti kampung pindah ke Tanah Suci,” ujarnya.

Abdul Wachid juga mengapresiasi peningkatan kualitas penginapan yang diterima jemaah reguler Indonesia.

“Baru tahun ini jemaah haji reguler menempati hotel bintang lima. Selain itu banyak hotel yang dekat sekali dengan Masjid Nabawi,” katanya.

Mobilisasi Lebih Tertib, Namun Masih Ada Evaluasi

Selain akomodasi, kualitas konsumsi jemaah dinilai lebih baik karena menyesuaikan selera masyarakat Indonesia dengan menu yang lebih beragam dan familiar.

Timwas DPR juga mencatat adanya peningkatan dalam proses pemberangkatan jemaah menuju Arafah yang berlangsung lebih tertib dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jemaah tidak boleh turun sebelum bus datang. Jadi tidak ada penumpukan seperti tahun lalu,” tuturnya.

Meski demikian, Timwas DPR masih menemukan sejumlah kendala saat perpindahan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina.

Beberapa bus dilaporkan mengalami keterlambatan sehingga sebagian jemaah baru dapat diberangkatkan pada pagi hari.

“Ini nanti menjadi evaluasi untuk tahun yang akan datang,” ujar Abdul Wachid.

Timwas Haji DPR juga mendorong peningkatan kualitas tenda di Arafah dan Mina dari kategori paket D menjadi paket C agar kenyamanan jemaah semakin meningkat.

“Kita ingin jemaah tidak ditata sampai seperti ikan pindang,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf