
Pantau - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya menyatakan sebanyak 378 jamaah haji kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo telah tiba di Surabaya dari total 380 jamaah dan petugas yang sebelumnya dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci.
Satu Jamaah Wafat dan Satu Masih Dirawat
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menjelaskan satu jamaah wafat sebelum puncak ibadah haji sehingga keberangkatannya dibatalkan, sementara satu jamaah lainnya masih menjalani perawatan di Arab Saudi.
Ia mengatakan, "Kloter pertama ini berangkat 380 orang. Satu jamaah wafat sebelum puncak haji sehingga keberangkatannya dibatalkan dan mendapatkan seluruh haknya, baik asuransi maupun sertifikat. Satu jamaah lagi sakit dan masih dirawat."
Jamaah yang masih menjalani perawatan diketahui bernama Abdul Djalal dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Al-Noor, Arab Saudi.
Anam mengungkapkan, "Insya Allah nanti kami melihat perkembangannya. Kalau sudah sehat akan diikutkan pada kloter-kloter berikutnya."
Menurutnya, jamaah tersebut akan dipulangkan ke Indonesia setelah kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melakukan perjalanan.
Layanan Seamless Corridor Percepat Proses Kedatangan
PPIH Debarkasi Surabaya tahun ini menerapkan sistem seamless corridor yang terintegrasi dengan layanan keimigrasian dan pemeriksaan kesehatan.
Melalui sistem tersebut, jamaah tidak perlu lagi membongkar barang atau menyerahkan paspor untuk mendapatkan cap kedatangan di Indonesia.
Anam mengatakan, "Saya kira tidak ada kendala dan kami berharap seluruh kloter berikutnya bisa berjalan seperti ini sehingga prosesnya lebih cepat."
Jawa Timur menjadi daerah kedua setelah Jakarta yang menerapkan layanan tersebut dalam proses debarkasi jamaah haji.
Sementara itu, Anam menyebut hingga saat ini terdapat 34 jamaah haji asal Indonesia yang dilaporkan wafat di Arab Saudi.
Ia mengungkapkan, "Ahli waris jamaah yang meninggal akan memperoleh santunan asuransi senilai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sesuai ketentuan yang berlaku yang Insya Allah sudah selesai sebelum kepulangan kloternya."
- Penulis :
- Aditya Yohan





