
Pantau - Universitas Indonesia (UI) memperkenalkan lima buku cerita anak karya penulis Indonesia yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya dalam ajang Indonesia-Japan Children Festival di Kota Chigasaki, Jepang.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama Kelompok Riset Kajian Anak, Orang Muda, dan Subkultur Departemen Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI dengan Litara sebagai mitra penerbitan.
Penerbitan buku versi bahasa Jepang itu menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat internasional yang didanai melalui hibah Outbound World Class University (WCU) Universitas Indonesia.
"Melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya, bahasa, dan nilai-nilai Indonesia kepada anak-anak Jepang sekaligus membangun pemahaman lintas budaya sejak usia dini," demikian keterangan resmi Kelompok Riset Kajian Anak, Orang Muda, dan Subkultur UI.
Lima Buku Karya Penulis Indonesia Diperkenalkan
Lima buku cerita anak yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang merupakan karya sejumlah penulis nasional.
Buku tersebut meliputi "Di Mana Songket Kakak?" karya Dian Kristiani.
Kemudian "Mantel Emas" karya N. Feby Indirani.
Selanjutnya "Taman Bermain dalam Lemari" karya Andina Dwifatma.
Ada pula "Perkedel Ikan Bubuk" karya Yuli Rahmawati.
Serta "Gula Merah Tobalo" karya Hanna Fransisca.
Seluruh karya tersebut diterjemahkan oleh Andry Setiawan untuk memperkenalkan nilai moral dan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak Jepang.
Perkuat Pemahaman Lintas Budaya Sejak Dini
Peluncuran buku dan kegiatan pembacaan dongeng interaktif digelar di Perpustakaan Kota Chigasaki pada Jumat, 29 Mei 2026 waktu setempat.
Anak-anak Jepang tidak hanya mendengarkan cerita yang diterjemahkan ke dalam bahasa mereka, tetapi juga menyimak kartu pos yang ditulis oleh siswa dari SDN 29 Johar Baru Jakarta, SDN 05 Rawabarat Jakarta, dan SD Semut-Semut The Natural School Cimanggis.
Program tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Jepang sejak usia dini.
UI juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat citra positif Indonesia di ruang publik Jepang melalui karya literasi anak yang mengangkat kekayaan budaya dan kreativitas bangsa.
- Penulis :
- Aditya Yohan





