
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp380 juta untuk memperbaiki saluran air yang amblas di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, dengan target pemulihan fungsi jalan dalam tiga hari dan penyelesaian seluruh pekerjaan dalam dua minggu.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan anggaran tersebut digunakan untuk seluruh rangkaian pekerjaan hingga perbaikan selesai.
Santo mengatakan, "Ini sekitar Rp380-an juta untuk seluruhnya sampai selesai dalam dua minggu."
Prioritas utama saat ini adalah memperbaiki bagian inti saluran yang berada di bawah badan jalan agar arus lalu lintas dapat kembali normal secepat mungkin.
Pekerjaan prioritas meliputi pemasangan gorong-gorong atau box culvert serta pemulihan pengerasan jalan sepanjang sekitar 10 meter.
Fungsi Jalan Ditargetkan Normal dalam Tiga Hari
Suku Dinas SDA Jakarta Selatan menargetkan fungsi jalan dapat kembali normal dalam waktu tiga hari setelah pekerjaan inti selesai dilakukan.
Santo mengatakan, "Yang inti kita kejar dalam tiga hari. Hari Senin lalu lintas sudah clear, sudah tidak macet lagi."
Pengerjaan perbaikan telah dimulai sejak malam sebelumnya dengan pemasangan empat unit box culvert yang masing-masing memiliki panjang empat meter.
Setelah pemasangan box culvert selesai, petugas akan melanjutkan proses pemadatan tanah dan pengecoran perkerasan jalan.
Salah satu kendala utama dalam pelaksanaan proyek adalah tingginya kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Santo mengungkapkan, "Kalau bisa ditutup total tentu pengerjaannya bisa lebih leluasa dan lebih cepat."
Pemerintah Evaluasi Saluran Lama untuk Cegah Kejadian Serupa
Selain memperbaiki saluran yang amblas, Sudin SDA Jakarta Selatan juga berkoordinasi dengan pemilik utilitas terkait tiang dan jaringan kabel yang terdampak pekerjaan tersebut.
Perbaikan fondasi utilitas akan dilakukan setelah pemasangan turap selesai dikerjakan.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Sudin SDA menilai perlu dilakukan pemeriksaan terhadap saluran-saluran lama, khususnya saluran melintang yang berada di bawah jalan.
Menurut Santo, banyak saluran crossing yang usianya diperkirakan telah melebihi 25 tahun sehingga memerlukan evaluasi kondisi secara menyeluruh.
Proses pengecekan akan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Suku Dinas Bina Marga.
Pemeriksaan lintas instansi diperlukan karena banyak infrastruktur saluran berada di bawah ruas jalan umum.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi selama proses perbaikan berlangsung.
Pemkot Jakarta Selatan berharap pekerjaan utama dapat diselesaikan sesuai target sehingga lalu lintas di kawasan Lenteng Agung dapat kembali normal dalam waktu dekat.
- Penulis :
- Gerry Eka





