HOME  ⁄  Nasional

Teguh Purwanto Sebut Sekolah Rakyat Dapat Menjadi Fondasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Teguh Purwanto Sebut Sekolah Rakyat Dapat Menjadi Fondasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: (Sumber: Dua orang murid membaca buku di perpustakaan di sela kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari, Kota kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/5/2026). ANTARA FOTO/Andry Denisah/nym/am.)

Pantau - Pemerhati jaminan sosial ketenagakerjaan Teguh Purwanto menilai Program Sekolah Rakyat berpotensi menjadi fondasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045 karena mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menurut Teguh, program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan kualitas SDM nasional.

“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak bangsa yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan meraih masa depan yang lebih cerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan pendidikan merupakan instrumen penting dalam membangun kualitas generasi muda melalui penguatan kemampuan akademik, karakter, keterampilan sosial, rasa percaya diri, dan jiwa kepemimpinan.

Teguh menilai keberhasilan Program Sekolah Rakyat sangat ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik dan pengelola program yang terlibat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial yang komprehensif bagi guru dan seluruh pekerja di lingkungan Sekolah Rakyat.

Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menempatkan guru Sekolah Rakyat dalam skema Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan kepastian hukum dan perlindungan sosial yang memadai bagi tenaga pendidik.

“Negara hadir memberikan kepastian atas hak-hak dasar mereka dalam bentuk jaminan sosial sebagai pekerja sekaligus pendidik,” katanya.

Teguh menjelaskan guru Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan tenaga pengajar pada umumnya karena selain mengajar juga mendampingi siswa yang tinggal di asrama serta siap ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menilai tugas tersebut perlu diimbangi dengan perlindungan sosial yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), serta program pensiun.

“Kalau tenaga pendidik dan pekerja dalam Sekolah Rakyat merasa aman dan terlindungi, mereka akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk mendidik anak-anak bangsa,” ujarnya.

Teguh menilai perlindungan sosial bagi guru harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Mengacu pada berbagai penelitian, termasuk dari RAND Corporation, ia menyebut stabilitas tenaga pendidik menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama bagi siswa dari kelompok rentan.

“Investasi pada kesejahteraan guru adalah investasi langsung terhadap kualitas output pendidikan. Setiap perlindungan yang diberikan kepada guru akan kembali dalam bentuk kualitas SDM yang lebih baik di masa mendatang,” ungkapnya.

Ia mengusulkan penguatan sistem perlindungan sosial yang terintegrasi dalam ekosistem Sekolah Rakyat yang tidak hanya mencakup guru, tetapi juga tenaga administrasi dan pekerja pendukung lainnya.

Teguh berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi model pembangunan pendidikan nasional yang unggul, baik dari sisi kurikulum maupun kesejahteraan tenaga pendidik.

“Ketika anak-anak dari keluarga miskin dipersiapkan oleh guru-guru yang berdedikasi dan terlindungi oleh sistem jaminan sosial yang baik, itulah fondasi kuat untuk menghasilkan SDM yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Penulis :
Gerry Eka