
Pantau - Program Jawara Beton di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, memberikan keterampilan kerja dan harapan baru bagi warga binaan melalui pelatihan produksi material konstruksi yang bernilai ekonomi sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Salah satu peserta program tersebut adalah Serbau Bin Herman atau Abu, warga binaan yang akan mengakhiri masa hukumannya dalam waktu sekitar satu tahun.
Berkat pengalaman sebagai pekerja konstruksi sebelum masuk lapas, Abu dipercaya menjadi mandor pada bagian perakitan besi dalam program Jawara Beton.
Ia memimpin 10 warga binaan lain dalam proses produksi komponen konstruksi yang mampu menghasilkan hingga 100 unit besi setiap hari.
Keterampilan dan Penghasilan Selama Menjalani Pembinaan
Selama enam bulan terakhir, Abu menghabiskan hari-harinya merakit besi dari pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB.
Menurut Abu, program tersebut membuat aktivitas sehari-harinya lebih produktif dibandingkan pembinaan sebelumnya di sektor pertanian.
“Program Jawara Beton ini bagus menurut saya. Warga binaan jadi punya kegiatan di dalam lapas, sehingga tidak jenuh,” ungkap Abu.
Selain memperoleh keterampilan kerja, Abu juga mendapatkan premi sebesar Rp800 ribu setiap bulan.
Sebagian dari penghasilan tersebut ditabung sehingga dalam enam bulan terakhir ia telah mengumpulkan sekitar Rp2 juta.
Tabungan itu rencananya akan digunakan sebagai modal awal ketika kembali menjalani kehidupan di luar lapas.
Bekal Reintegrasi dan Harapan Setelah Bebas
Program Jawara Beton tidak hanya berfokus pada pembinaan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk mempersiapkan proses reintegrasi warga binaan ke tengah masyarakat.
Abu berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program dapat menjadi modal untuk bekerja setelah bebas nanti.
Ia juga berharap tetap mendapatkan kesempatan bekerja sama sebagai mitra pemasyarakatan setelah masa hukumannya berakhir.
Program Jawara Beton merupakan salah satu upaya pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang yang mengombinasikan pelatihan kerja, produktivitas, dan pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan.
Melalui program tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga kesempatan membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





