
Pantau - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) mendorong pemerintah mempercepat pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Khusus 2027 agar penyelenggara memiliki waktu yang cukup untuk memenuhi tahapan ketat yang ditetapkan Arab Saudi.
Pelunasan Dipercepat untuk Jaga Kualitas Layanan
Ketua Umum DPP AMPHURI Firman M. Nur mengatakan percepatan pelunasan menjadi langkah penting untuk memastikan jamaah mendapatkan layanan terbaik sejak awal proses penyelenggaraan haji.
“Fokus utama kami adalah pelayanan jamaah. Semakin cepat proses pelunasan dilakukan, semakin besar peluang PIHK mendapatkan layanan terbaik dan memberikan kepastian kepada jamaah sejak awal,” ujar Firman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Firman menjelaskan keterlambatan pelunasan berpotensi mengurangi peluang Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) memperoleh layanan terbaik, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga fasilitas di Masyair.
Menurutnya, sistem baru berbasis platform Nusuk Masar membuat seluruh tahapan penyelenggaraan haji harus mengikuti jadwal yang jauh lebih ketat dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Karena itu, PIHK membutuhkan kepastian lebih awal untuk menyelesaikan kontrak layanan, memilih hotel, menyiapkan manifest jamaah, serta mengamankan berbagai kebutuhan operasional di Arab Saudi.
Usulkan Skema Pelunasan Lebih Fleksibel
AMPHURI juga mengusulkan agar mekanisme pelunasan haji khusus tidak lagi bergantung pada tahapan pelunasan haji reguler sehingga penyelenggara dapat bergerak lebih cepat memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan.
“Pelunasan Haji Khusus sebaiknya dapat dilakukan lebih awal dan tidak harus menunggu proses haji reguler. Ini penting agar PIHK memiliki ruang yang cukup untuk melakukan kontrak layanan dan menjaga kualitas pelayanan kepada jamaah,” kata Firman.
Selain percepatan pelunasan, AMPHURI meminta pemerintah terus mengawal kepentingan jamaah haji khusus Indonesia dalam hubungan dengan perusahaan penyedia layanan atau syarikah di Arab Saudi.
Salah satu perhatian utama adalah kepastian lokasi layanan Masyair, termasuk ketersediaan tenda Mina bagi jamaah haji khusus Indonesia.
AMPHURI menilai keberhasilan penyelenggaraan haji khusus 2027 sangat bergantung pada kesiapan seluruh pihak dalam mengikuti jadwal yang telah ditetapkan Arab Saudi sehingga koordinasi antara pemerintah, asosiasi, dan PIHK perlu dilakukan sejak dini.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti





