
Pantau - Sejumlah pejabat publik dikukuhkan sebagai warga kehormatan masyarakat Tengger dalam malam resepsi Yadnya Kasada 2026 yang berlangsung sakral di Pendapa Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (31/5/2026) malam.
Pejabat yang menerima pengukuhan tersebut antara lain Komandan Kodim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono beserta istri, Komandan Yonif 836/Brahma Yodha Letkol Inf Faishal Riza beserta istri, serta Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif beserta istri.
Selain itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ juga turut dikukuhkan.
Pengukuhan Dianggap Sebagai Amanah Moral
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Tengger kepada para pejabat yang dikukuhkan.
“Saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang mendalam atas kepercayaan masyarakat Tengger. Status sebagai warga kehormatan membawa tanggung jawab moral yang besar,” ujarnya.
Menurut Wahyudin, tradisi Yadnya Kasada bukan sekadar ritual adat, melainkan wujud keimanan, rasa syukur kepada Tuhan, dan harmoni antara manusia dengan alam.
Ia menegaskan bahwa setelah pengukuhan tersebut, dirinya merasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Tengger.
“Ke depan, komitmen itu akan kami wujudkan lewat tindakan nyata untuk bersama-sama menjaga kawasan Bromo agar tetap aman, kondusif dan dicintai, baik di kancah nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Komitmen Menjaga Budaya Tengger dan Kawasan Bromo
Wahyudin menambahkan status sebagai warga kehormatan membawa tanggung jawab untuk ikut menjaga, melindungi, dan mendukung masyarakat Tengger agar adat serta budaya leluhur tetap lestari.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian budaya Tengger dan kawasan Gunung Bromo Tengger Semeru.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan. Mari bersama-sama menjaga kelestarian adat istiadat Suku Tengger serta kawasan Gunung Bromo Tengger Semeru sebagai warisan budaya dan kebanggaan bersama,” katanya.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris menegaskan bahwa Yadnya Kasada merupakan tradisi sakral yang diwariskan secara turun-temurun dan harus terus dijaga sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
“Pentingnya menjaga nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama, mengingat perayaan Yadnya Kasada tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Waisak,” ujar Haris.
- Penulis :
- Aditya Yohan





