HOME  ⁄  Nasional

Bandara Sultan Hasanuddin dan Pemkot Makassar Perkuat Sinergi untuk Dongkrak Pariwisata Sulawesi Selatan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bandara Sultan Hasanuddin dan Pemkot Makassar Perkuat Sinergi untuk Dongkrak Pariwisata Sulawesi Selatan
Foto: Suasana di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang siap menjadi etalase wisata Sulsel (sumber: ANTARA/Suriani Mappong)

Pantau - PT Angkasa Pura Indonesia (API) bersama Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjadikan ruang publik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai etalase promosi pariwisata Sulawesi Selatan guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat citra Makassar sebagai gerbang utama destinasi wisata Indonesia Timur.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyatakan kedua pihak akan memperkuat sinergi dalam promosi pariwisata melalui berbagai program yang memanfaatkan area bandara sebagai sarana memperkenalkan potensi unggulan Sulawesi Selatan.

Ia mengungkapkan, "Keberadaan event dan atraksi wisata memiliki peran penting dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Sulawesi Selatan."

Bandara Diarahkan Menjadi Destinasi Wisata

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin saat ini sedang menjalani transformasi fungsi yang tidak hanya berperan sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang.

Ke depan, bandara juga akan diarahkan menjadi destinasi wisata yang menampilkan atraksi budaya, kegiatan daerah, serta berbagai potensi wisata Sulawesi Selatan.

Bentuk kerja sama yang direncanakan meliputi promosi destinasi wisata, promosi event daerah, serta pemanfaatan area bandara untuk memperkenalkan berbagai keunggulan daerah kepada wisatawan.

Menurut Ruly, Angkasa Pura siap mendukung promosi kegiatan daerah melalui media promosi yang tersedia di area bandara dan penyelenggaraan mini event bagi penumpang maupun pengunjung.

Ruang Kreatif untuk Seniman dan Pelaku Ekonomi Kreatif

Bandara Sultan Hasanuddin memiliki posisi strategis sebagai hub penerbangan utama di kawasan timur Indonesia sehingga dinilai efektif untuk memperkenalkan destinasi wisata Sulawesi Selatan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Melalui promosi yang terintegrasi, penumpang transit diharapkan tidak hanya singgah di Makassar, tetapi juga tertarik mengunjungi berbagai destinasi wisata di Sulawesi Selatan dan memperpanjang masa tinggal mereka di daerah tersebut.

Selain promosi pariwisata, Angkasa Pura juga membuka ruang kreatif bagi seniman lokal, komunitas budaya, dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya serta produk unggulan daerah.

Fasilitas yang disiapkan di area bandara meliputi panggung pertunjukan dan etalase khusus yang dapat digunakan untuk menampilkan karya seni, pertunjukan budaya, produk ekonomi kreatif, serta kerajinan khas Sulawesi Selatan.

Program tersebut menempatkan Makassar dan Bandara Sultan Hasanuddin tidak hanya sebagai pintu masuk transportasi, tetapi juga sebagai sarana promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Sulawesi Selatan kepada wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Penulis :
Arian Mesa