HOME  ⁄  Nasional

KemenPPPA Dorong Perempuan Kuasai Bela Diri untuk Ciptakan Ruang Aman dan Percaya Diri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KemenPPPA Dorong Perempuan Kuasai Bela Diri untuk Ciptakan Ruang Aman dan Percaya Diri
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan. ANTARA/HO-KemenPPPA..)

Pantau - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong perempuan dan anak perempuan untuk membangun keberanian serta kemampuan melindungi diri melalui olahraga dan seni bela diri guna menciptakan ruang yang aman, setara, dan inklusif.

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menyampaikan hal tersebut dalam acara Southeast Asia Women Citizen Dialogue Indonesia (SEA-WCD Indonesia) di Jakarta, Selasa (2/6).

Bela Diri Dinilai Perkuat Mental Perempuan

Veronica menilai berbagai cabang olahraga bela diri seperti karate, ju-jitsu, pencak silat, judo, aikido, hingga vovinam mampu membangun rasa percaya diri dan mental yang kuat bagi perempuan.

"Olahraga seperti karate, ju-jitsu, pencak silat, judo, aikido, hingga vovinam masih sering dipandang bukan bagian dari dunia perempuan, padahal dapat membangun rasa percaya diri dan mental yang kuat bagi anak perempuan," ungkap Veronica Tan.

Ia menyoroti masih adanya budaya patriarki yang membedakan pola pendidikan bagi anak perempuan dan laki-laki, termasuk dalam akses terhadap pendidikan, cita-cita, dan pengembangan diri.

"Karena itu, saya menekankan bahwa perjuangan yang dilakukan bukan sekadar berbicara tentang gender equality, tetapi mengenai keadilan dan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkembang," ujarnya.

Kolaborasi Internasional Diperkuat

KemenPPPA juga menekankan pentingnya kerja sama lintas negara untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak perempuan.

"Di mana pun kita berada, baik di Jepang, Indonesia, Eropa, maupun negara lainnya, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk membantu dan mendukung perempuan dan anak-anak kita. Saya berharap dialog ini bisa membangun lebih banyak keberanian bagi perempuan dan anak perempuan untuk percaya pada hak mereka, hak untuk bermimpi, dan hak untuk melindungi diri mereka sendiri," kata Veronica.

Sementara itu, Co-Founder dan Sekretaris Jenderal Guardian Girls International, Shin Koyamada, menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin regional maupun global dalam pemberdayaan perempuan melalui olahraga, budaya, dan aksi komunitas.

"Melalui kemitraan di seluruh Asia Tenggara, kami berharap dapat menciptakan komunitas yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi perempuan dan anak perempuan," ungkap Shin Koyamada.

Kegiatan dialog tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran akan pentingnya perlindungan, kesetaraan kesempatan, dan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor kehidupan.

Penulis :
Aditya Yohan