HOME  ⁄  Nasional

Angin Kencang Terjang Aceh Utara, Sebanyak 35 Unit Huntara Rusak di Kecamatan Langkahan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Angin Kencang Terjang Aceh Utara, Sebanyak 35 Unit Huntara Rusak di Kecamatan Langkahan
Foto: (Sumber : Warga sedang melihat huntara yang rusak akibat hujan lrbat disertai angin kencang di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara ANTARA/HO-Jubir Pemkab Aceh Utara.)

Pantau - Sebanyak 35 unit hunian sementara (huntara) di tiga gampong di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mengalami kerusakan akibat hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa (2/6) sekitar pukul 18.00 WIB.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli mengatakan kerusakan yang terjadi bervariasi mulai dari ringan, sedang hingga berat dan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Berdasarkan informasi yang kami terima di lapangan kerusakan bervariasi ada rusak berat, ringan hingga sedang dan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Saat ini tim terus melakukan pendataan dan penanganan pascabencana," katanya.

Puluhan Huntara dan Mushala Terdampak

Berdasarkan data sementara, sebanyak 23 unit huntara di Gampong Rumoh Rayeuk mengalami kerusakan yang terdiri atas lima unit rusak berat dan 18 unit rusak sedang hingga ringan.

Di Gampong Langkahan, lima unit huntara dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, di Gampong Buket Linteung Dusun Leubok Meuku, sebanyak tujuh unit huntara mengalami kerusakan berat termasuk sebuah mushala.

Untuk wilayah Geudumbak, tim masih melakukan pendataan guna memastikan jumlah dan tingkat kerusakan yang terjadi.

"Warga yang terdampak sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai berat, ringan hingga sedang," ungkap Muntasir.

Pemkab Turunkan Tim Evakuasi dan Pendataan

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menurunkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi serta pendataan kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.

Menurut Muntasir, pembangunan huntara yang terdampak berada di bawah kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Proses pendataan dan penanganan pascabencana masih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani.

Penulis :
Ahmad Yusuf