
Pantau - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyiagakan satu rakit darurat untuk membantu mobilitas masyarakat dan pelajar di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, setelah jembatan gantung di kawasan tersebut rusak akibat banjir bandang.
Rakit Darurat Jadi Solusi Sementara
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Ronal mengatakan rakit darurat dipasang menggunakan katrol yang terikat pada kabel baja agar masyarakat dapat menyeberangi sungai dengan lebih aman.
“Rakit ini kita pasangkan pada katrol yang terikat pada tali kabel baja, agar masyarakat dapat melintasi sungai tanpa khawatir bahaya,” ungkap Teuku Ronal.
Ia menjelaskan sistem penyeberangan memanfaatkan dorongan arus sungai secara terukur sehingga aman digunakan oleh warga maupun anak-anak sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat dan pelajar sekolah dasar tetap berjalan meski akses utama terputus akibat kerusakan jembatan.
Warga Sempat Bertaruh Nyawa
Sebelum rakit darurat disiagakan, warga dan para pelajar terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sisa-sisa jembatan kabel ayun yang rusak sehingga berisiko terhadap keselamatan.
BPBD Aceh Barat merancang rakit darurat berukuran sekitar empat meter dengan kombinasi drum plastik, pelat besi, dan lantai kayu agar kokoh digunakan sebagai sarana penyeberangan.
“Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek agar akses vital pendidikan dan ekonomi masyarakat Sikundo tidak terputus total,” ujar Teuku Ronal.
Kawasan KAT Sikundo merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang pada tahun lalu sehingga pemerintah daerah terus melakukan langkah darurat untuk menjaga akses masyarakat hingga solusi permanen tersedia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





