HOME  ⁄  Nasional

BRIN Kembangkan Teknologi Pirolisis yang Ubah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Kembangkan Teknologi Pirolisis yang Ubah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar
Foto: (Sumber : Pekerja menyortir botol plastik bekas di Bank Sampah Induk Cimahi (Samici), Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/4/2026). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/tom.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pirolisis baru bernama LAHSADIMIN yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Teknologi yang memiliki nama lengkap Liquid Fuel from Plastic Waste with Advanced Pyrolysis System for Industrial Scale itu menggunakan sistem operasi berkelanjutan multitahap yang memungkinkan limbah plastik langsung dimasukkan ke dalam reaktor tanpa proses pemilahan terlebih dahulu.

Peneliti BRIN Agus Kismanto mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengolahan limbah plastik menjadi sumber energi alternatif.

Kapasitas Pengolahan Terus Ditingkatkan

Agus menjelaskan teknologi LAHSADIMIN saat ini masih dalam tahap pengembangan lanjutan untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Sistem generasi pertama mampu mengolah sekitar 400 kilogram limbah plastik per hari.

Namun, BRIN menargetkan kapasitas teknologi tersebut dapat ditingkatkan hingga mencapai lima ton limbah plastik per hari.

Peningkatan kapasitas itu diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah plastik yang terus meningkat di berbagai daerah.

Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

BRIN menilai teknologi ini berpotensi mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah di berbagai wilayah Indonesia.

Selain mengurangi volume limbah plastik, teknologi tersebut juga dapat meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui konversi menjadi bahan bakar.

Agus mengungkapkan pengembangan teknologi ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan kemampuan mengolah limbah tanpa proses pemilahan awal, teknologi LAHSADIMIN dinilai dapat mempercepat proses pengolahan sampah plastik sekaligus meningkatkan efisiensi operasional fasilitas pengelolaan limbah.

Penulis :
Ahmad Yusuf