HOME  ⁄  Nasional

Badan Geologi Perkecil Radius Aman Gunung Bur Ni Telong Setelah Aktivitas Vulkanik Menurun

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Badan Geologi Perkecil Radius Aman Gunung Bur Ni Telong Setelah Aktivitas Vulkanik Menurun
Foto: (Sumber : Peta kawasan rawan bencana erupsi Gunung Bur Ni Telong di Bener Meriah, Aceh. ANTARA/HO-Badan Geologi.)

Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan radius rekomendasi aman di sekitar kawah aktif Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dari tiga kilometer menjadi dua kilometer setelah terjadi penurunan aktivitas kegempaan vulkanik dalam beberapa pekan terakhir.

Radius Bahaya Diperkecil Menjadi Dua Kilometer

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan status aktivitas Gunung Bur Ni Telong masih berada pada Level II atau Waspada meski radius zona bahaya telah diperkecil.

"Tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong masih ditetapkan pada Level II /Waspada, namun dengan radius bahaya yang diperkecil," kata Lana di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan rekomendasi terbaru yang berlaku sejak 1 Juni 2026, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati area kawah aktif dalam radius dua kilometer dari pusat kawah.

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan penurunan intensitas gempa vulkanik dalam dari rata-rata enam kejadian per hari menjadi tiga kejadian per hari sejak pertengahan Mei 2026.

Gunung Bur Ni Telong memiliki ketinggian 2.624 meter di atas permukaan laut dan berada di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Potensi Erupsi Freatik dan Gas Beracun Masih Diwaspadai

Meski aktivitas kegempaan menurun, Badan Geologi mengingatkan masih terdapat potensi ancaman berupa erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului peningkatan gempa vulkanik.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai pelepasan gas vulkanik beracun di sekitar area solfatara dan fumarol.

Badan Geologi mengimbau warga tidak beraktivitas di dekat rekahan fumarol saat cuaca mendung atau hujan karena kondisi tersebut dapat memicu akumulasi gas berbahaya dengan konsentrasi tinggi.

Pemantauan intensif terus dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, guna mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik dan potensi gempa yang dapat dirasakan masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan