HOME  ⁄  Nasional

BRIN Kaji Hidrogeokimia untuk Eksplorasi Mineral dan Mitigasi Bencana Geologi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BRIN Kaji Hidrogeokimia untuk Eksplorasi Mineral dan Mitigasi Bencana Geologi
Foto: (Sumber : Pimpinan Tim Riset BRIN selaku Ketua Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dari Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas, Organisasi Riset Arkeologi BRIN, Dessy Wahyuni melaporkan tuntasnya tugas mereka dalam riset ekspedisi tahun II di Kecamatan Loksado HSS, Kalsel kepada Bupati HSS, Kalsel H. Syafrudin Noor di kantornya di Kandangan, HSS, Selasa (2/6/2026). ANTARA/HO-Diskomifo HSS..)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan kajian hidrogeokimia untuk mendukung eksplorasi mineral, pemanfaatan energi panas bumi, serta mitigasi bencana geologi dan perlindungan lingkungan di Indonesia.

Hidrogeokimia Digunakan Petakan Kualitas Air dan Sumber Daya Alam

Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN Iwan Setiawan mengatakan hidrogeokimia merupakan pendekatan geokimia yang digunakan untuk mengetahui asal-usul, karakteristik, kualitas air, serta sistem sumber daya perairan dan pemanfaatannya.

Menurut Iwan, riset hidrogeokimia berpotensi memetakan kualitas air mulai dari permukaan hingga lapisan bawah tanah atau akuifer.

"Selain itu, riset hidrogeokimia dapat menjadi bentuk mitigasi dan monitoring kelayakan ekosistem dan mitigasi menurunnya kesehatan lingkungan. Misal memahami asal muasal unsur dan air dalam ekosistem perairan," ungkap Iwan dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (3/6).

Ia menjelaskan hasil riset tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi melalui pemahaman karakteristik sistem fluida yang berpotensi digunakan sebagai sumber energi listrik maupun pemanfaatan langsung.

Gas Radon Berpotensi Jadi Alat Mitigasi Bencana

Selain hidrogeokimia, BRIN juga mengembangkan riset pemanfaatan gas radon dalam berbagai bidang ilmu kebumian.

Iwan menyebut radon sebagai gas radioaktif alami yang dapat dimanfaatkan sebagai indikator dalam penelitian geologi, hidrogeologi, mitigasi bencana, hingga eksplorasi sumber daya alam.

"Riset mengenai aplikasi radon dapat berpotensi untuk eksplorasi panas bumi terutama memanfaatkan anomali konsentrasi gas radon tinggi, digunakan untuk pemetaan struktur geologi atau sistem rekahan yang berhubungan dengan sumber panas pada sistem panas bumi vulkanik dan non vulkanik," ujarnya.

Ia menambahkan anomali gas radon juga dapat digunakan untuk mendeteksi zona patahan aktif yang berkaitan dengan aktivitas gempa tektonik maupun vulkanik.

Dorong Pemantauan Real-Time untuk Kebijakan Berkelanjutan

BRIN mendorong peningkatan kolaborasi riset dan pengembangan teknologi instrumentasi geokimia yang terintegrasi berbasis teknologi modern.

"Selain itu langkah strategis mitigasi bahaya geologi dengan memanfaatkan teknologi deteksi gas radon dan pemantauan air tanah secara real-time dapat menjadi pedoman pengambilan keputusan atau kebijakan pengembangan wilayah, dengan pemanfaatan hasil riset geokimia sebagai basis data dalam menyusun kebijakan tata ruang dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan," tutur Iwan.

Pemanfaatan hasil riset tersebut diharapkan dapat mendukung eksplorasi sumber daya alam yang berkelanjutan sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan di Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan