
Pantau - Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, menyatakan akan terus membudayakan penggunaan warisan tradisional atau wastra agar menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya dan meningkatkan daya saing produk daerah.
Menurut Erlina, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat telah memiliki inovasi busana berbasis kain tradisional yang mampu mengikuti perkembangan tren fesyen masa kini.
Ia mengungkapkan, "Seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat memiliki inovasi busana berbasis kain tradisional yang tidak hanya bernilai budaya tinggi, tetapi juga mampu tampil modern, elegan, dan berdaya saing. Ini tentu menjadi potensi daerah yang patut untuk kita budayakan penggunaannya."
Wastra Jadi Identitas Budaya yang Modern dan Berdaya Saing
Erlina menilai wastra merupakan identitas budaya yang mengandung nilai seni, filosofi, serta kekayaan lokal yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.
Ia mengatakan, "Wastra adalah identitas budaya yang menyimpan nilai seni, filosofi, dan kekayaan lokal yang luar biasa."
Ia menambahkan, "Penggunaannya yang sesuai akan menunjukkan bahwa kain tradisional dapat hadir sebagai karya yang anggun, modern, dan memiliki daya saing."
Menurutnya, penggunaan wastra yang tepat dapat membuktikan bahwa kain tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya tinggi, tetapi juga mampu bersaing di pasar fesyen dengan tampilan yang elegan dan modern.
Dorong Ekonomi Kreatif dan Perkuat UMKM Lokal
Penguatan ekosistem wastra daerah juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi perajin lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap busana berbasis wastra diyakini akan membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan permintaan produk lokal, serta menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
Produk lokal seperti tenun, batik, dan songket khas daerah disebut berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya penggunaan wastra di tengah masyarakat.
Erlina mengatakan, "Meningkatnya minat masyarakat terhadap penggunaan busana berbasis wastra akan membuka peluang yang lebih besar bagi perajin lokal. Ini menjadi momentum untuk memperkuat produksi, kualitas, dan pemasaran."
Momentum tersebut dinilai perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, dan memperluas jaringan pemasaran wastra Kalimantan Barat.
Tantangan Menjadikan Wastra Bagian dari Kehidupan Sehari-hari
Erlina menekankan pentingnya menjadikan berbagai prestasi yang telah diraih sebagai motivasi untuk terus berinovasi dalam memperkenalkan wastra Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia mengatakan, "Prestasi ini adalah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan wastra daerah tidak hanya melenggang di atas panggung, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari."
Menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan wastra tidak hanya digunakan dalam acara tertentu atau peragaan busana, tetapi juga menjadi pilihan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Dekranasda Kalimantan Barat berharap semangat pelestarian wastra terus berkembang, inovasi produk semakin meningkat, produk budaya daerah semakin dikenal luas, serta wastra Kalimantan Barat mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick





