
Pantau - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2026-2029 Reynaldo Bryan berkomitmen memperluas akses permodalan bagi pengusaha daerah melalui pemetaan kebutuhan usaha dan penguatan jaringan pembiayaan internal organisasi.
Reynaldo menilai keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan utama yang dihadapi banyak pelaku usaha di berbagai daerah.
"Saya rasa memang yang menjadi permasalahan di daerah itu adalah akses permodalan. Ketika kita terpilih nanti, kita harus memiliki data yang kuat mengenai kebutuhan anggota dan potensi usaha di setiap daerah agar solusi pembiayaan yang diberikan benar-benar tepat sasaran," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Siapkan Skema Pembiayaan Jangka Pendek
Reynaldo menjelaskan strategi yang disiapkan akan dijalankan melalui pendekatan jangka pendek dan jangka panjang agar kebutuhan pembiayaan pelaku usaha dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Untuk jangka pendek, ia berencana mengoptimalkan kekuatan jaringan HIPMI dengan melibatkan para senior organisasi yang telah sukses membangun bisnis di berbagai sektor.
"Kita akan menyusun skema pembiayaan yang melibatkan kekuatan internal HIPMI. Senior-senior HIPMI yang telah sukses harus menjadi bagian dari solusi untuk membantu teman-teman pengusaha di daerah agar mendapatkan akses permodalan yang lebih cepat dan tepat sasaran," ungkapnya.
Menurut dia, kolaborasi internal organisasi dapat menjadi solusi cepat untuk membantu pengusaha muda yang mengalami kendala mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan formal.
Dorong Kebijakan Kredit Lebih Inklusif
Dalam jangka panjang, Reynaldo menilai HIPMI harus mengambil peran strategis untuk mendorong kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada pelaku usaha, terutama UMKM dan pengusaha muda di daerah.
Ia menyebut masih banyak calon wirausahawan yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk berusaha, namun terkendala syarat pembiayaan yang sulit dipenuhi.
"Saya membayangkan suatu saat masyarakat yang memiliki kemampuan dan rekam jejak yang baik, bahkan hanya dengan ijazah sekalipun, dapat memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat dan pembiayaan produktif lainnya untuk memulai atau mengembangkan usahanya," katanya.
Reynaldo menegaskan pemerataan akses permodalan harus menjadi prioritas karena pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari berkembangnya pusat-pusat ekonomi baru di berbagai daerah.
Pemerataan Ekonomi Jadi Fokus
Menurut Reynaldo, keberhasilan pembangunan ekonomi nasional membutuhkan dukungan pengusaha daerah yang memiliki kesempatan sama dalam memperoleh akses pembiayaan.
Ia berharap HIPMI dapat menjadi jembatan antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat lahirnya wirausahawan baru sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





