
Pantau - Karya kaligrafi China Muslim sepanjang 100 meter hasil ciptaan seniman internasional Prof. Yusuf Liu Baojun dipamerkan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) dan peringatan satu abad Jam Gadang.
Pameran tersebut menjadi salah satu agenda unggulan yang mempertemukan unsur seni, literasi, budaya, dan nilai spiritual dalam perayaan 100 Tahun Jam Gadang.
Pameran Jadi Sarana Promosi Budaya dan Pariwisata
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis mengapresiasi dedikasi Prof. Yusuf Liu Baojun yang menghadirkan karya kaligrafi Islam bernilai tinggi kepada masyarakat.
“Makna-makna suci yang terkandung dalam Al Quran dapat diungkapkan melalui karya kaligrafi yang megah dan penuh estetika. Pameran ini tidak hanya menunjukkan kekayaan seni Islam yang luar biasa, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Bukittinggi sebagai pusat peradaban dataran tinggi Minangkabau,” ungkapnya.
Menurutnya, penyelenggaraan pameran tersebut selaras dengan semangat IMLF dalam memperkenalkan budaya Minangkabau dan potensi wisata Bukittinggi kepada masyarakat internasional.
Bunda Literasi Sumatera Barat Harneli Mahyeldi juga mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung karya seni kaligrafi yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan menyaksikan langsung karya-karya kaligrafi yang indah dan sarat makna ini. Pameran ini menjadi bagian dari peringatan 100 tahun jam gadang dan rangkaian kegiatan IMLF yang berlangsung,” ujarnya.
Karya Seniman Internasional Asal China
Ibnu Asis dan Harneli Mahyeldi tampak menyaksikan langsung kaligrafi monumental sepanjang 100 meter yang dipajang di area pameran.
Keduanya juga melihat lebih dekat berbagai karya kaligrafi lainnya sambil mendengarkan penjelasan mengenai makna dan filosofi yang terkandung di dalam setiap karya.
Prof. Yusuf Liu Baojun dikenal sebagai penulis dan seniman kaligrafi internasional asal China yang kini menetap di Malaysia.
Hingga saat ini, ia telah menghasilkan sedikitnya 37 judul buku dan ratusan karya seni yang dipamerkan di berbagai negara.
Pameran kaligrafi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi.
Selain pameran, Prof. Yusuf Liu Baojun juga meluncurkan buku terbarunya berjudul “Satu Jiwa Abadi di Sumatra” dalam agenda peluncuran 100 buku yang menjadi bagian dari rangkaian IMLF.
- Penulis :
- Aditya Yohan





