
Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menilai pengembangan varietas tanaman baru oleh peneliti Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar merupakan terobosan penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
Varietas Baru Dinilai Penting Hadapi Perubahan Iklim
Arif Satria menyampaikan bahwa kondisi iklim yang terus berubah menuntut hadirnya varietas tanaman yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan lingkungan.
“Dengan era perubahan iklim ini semakin diperlukan varietas-varietas baru yang bisa resisten terhadap perubahan iklim, hemat air, hemat pupuk, dan termasuk di dalamnya adalah yang resisten terhadap berbagai penyakit,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara kunci pada Konferensi Internasional Sustainable Development Goals (SDGs) dalam rangka Milad ke-72 UMI di Makassar, Senin (8/6/2026).
Menurut Arif, semakin banyak penelitian yang menghasilkan varietas tanaman baru akan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.
BRIN juga menyatakan siap memfasilitasi pengembangan varietas agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi sektor pertanian Indonesia.
BRIN Dorong Hasil Riset Diterapkan di Lapangan
Arif menegaskan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari lahirnya varietas baru, tetapi juga dari penerapannya di lapangan oleh masyarakat dan petani.
“Ini sebuah terobosan yang harus kita terus lakukan karena varietas ini harus terus kita perkuat untuk meningkatkan kemandirian pangan kita. Namun, yang paling penting bisa diaplikasi di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMI Makassar Hambali Thalib mengungkapkan capaian riset dan inovasi yang telah dihasilkan kampus tersebut hingga awal Juni 2026.
Menurut Hambali, UMI telah mencatat 85 permohonan paten, 45 paten yang telah mendapatkan persetujuan, 511 hak cipta terdaftar, serta dua merek yang telah terdaftar secara resmi.
“Selain itu, satu perlindungan varietas tanaman yang sedang memasuki tahapan atau tahap pelepasan varietas,” ungkapnya.
Capaian tersebut menunjukkan upaya perguruan tinggi dalam mendorong inovasi dan pengembangan teknologi yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan serta ketahanan pangan nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





