
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya sinergi antara sektor hulu (on farm) dan hilir (off farm) dalam memperkuat tata kelola, hilirisasi, dan ekosistem agribisnis kelapa sawit nasional sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Rachmat menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani di Jakarta.
“Arahan Bapak Presiden ini sangat penting untuk segera kita tindak lanjuti. Kami memiliki penekanan yang sama. PT Agrinas Palma Nusantara lebih berfokus pada sektor on farm, sementara Kementerian PPN/Bappenas pada kebijakan pengembangan hilirisasi atau off farm. Namun, pengembangan off farm tidak dapat berjalan tanpa dukungan on farm. Karena itu, kita harus kompak,” ungkapnya.
Penguatan Data dan Kemitraan Petani Sawit
Bappenas mencatat luas lahan sawit nasional mencapai sekitar 17 juta hektare, meskipun estimasi di lapangan menunjukkan angka tersebut dapat mendekati dua kali lipat.
Karena itu, Rachmat menilai diperlukan peran Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menyusun data tunggal sawit nasional guna memastikan akurasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat prinsip kemitraan dengan petani sawit untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong produktivitas sektor perkebunan.
Model pengembangan berbasis koperasi juga dipandang strategis agar nilai tambah industri sawit dapat dinikmati langsung oleh pekebun rakyat dan tidak hanya bergantung pada harga tandan buah segar (TBS).
Dorong Industri Sawit Berkelanjutan
Rachmat menekankan pengembangan industri sawit ke depan harus mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui sistem pengolahan yang rendah emisi, efisien energi, dan tetap kompetitif secara ekonomi.
“Pemerintah akan menyusun kerangka besar penguatan tata kelola dan ekosistem agribisnis kelapa sawit yang berlandaskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs),” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan sawit oleh PT Agrinas Palma Nusantara diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian seluruh tujuan SDGs.
Penguatan tata kelola sawit tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit nasional, tetapi juga mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





