
Pantau - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menggelar Operasi Penertiban Parkir Liar secara serentak di lima wilayah kota dengan mengerahkan 200 personel sebagai upaya menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, "Satpol PP mengerahkan 200 personil dan nanti tentatif menyesuaikan dengan kondisi di wilayah masing-masing karena akan melakukan serentak di lima wilayah kota di Provinsi DKI Jakarta."
Operasi tersebut dilaksanakan melalui kerja sama lintas instansi yang melibatkan Satpol PP DKI Jakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, TNI, Polri, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta.
Total personel gabungan yang diterjunkan mencapai 600 orang dengan dukungan 25 kendaraan operasional yang terdiri atas 10 mobil derek, lima mobil operasional Dishub, lima mobil operasional Satpol PP, dan lima mobil operasional Dinsos.
Penindakan Parkir Liar dan Juru Parkir Ilegal
Metode penertiban yang diterapkan meliputi operasi cabut pentil kendaraan, penderekan kendaraan yang melanggar aturan parkir, serta penertiban juru parkir liar.
Satriadi menegaskan bahwa Satpol PP mendukung penuh pelaksanaan operasi tersebut.
"Satpol PP akan mendukung penuh, berkolaborasi terkait dengan penertiban parkir liar dan juru parkir liar yang memang pada saat-saat ini sangat meresahkan masyarakat," ungkapnya.
Pemerintah berharap operasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak memarkir kendaraan secara sembarangan dan mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.
Hari Pertama Operasi, Puluhan Kendaraan Ditindak
Pada hari pertama pelaksanaan operasi, petugas langsung menindak sejumlah kendaraan yang kedapatan parkir tidak sesuai aturan di berbagai lokasi.
Di kawasan Gambir, tiga sepeda motor dikenai tindakan cabut pentil ban.
Di depan Stasiun Cikini, empat sepeda motor juga ditindak dengan pencabutan pentil ban.
Sementara itu, di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sebanyak 37 sepeda motor ditindak melalui operasi cabut pentil.
Di kawasan Setiabudi, satu unit taksi daring diderek karena melakukan pelanggaran parkir.
Selain kendaraan, petugas juga menindak aktivitas pengatur lalu lintas ilegal atau yang dikenal sebagai pak ogah.
Seorang pak ogah berhasil diamankan dan diberikan pembinaan oleh petugas.
Seorang pak ogah lainnya melarikan diri saat operasi berlangsung.
Data Cepat Respon Masyarakat (CRM) menunjukkan bahwa parkir liar masih menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga Jakarta.
Tercatat sebanyak 3.246 laporan masyarakat terkait parkir liar masuk ke sistem CRM sehingga menempatkan persoalan tersebut pada urutan kedua terbanyak dalam laporan warga.
Tingginya jumlah laporan tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat operasi penertiban parkir liar di berbagai wilayah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap operasi gabungan ini dapat mengurangi praktik parkir liar, meningkatkan ketertiban lalu lintas, serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat pengguna jalan.
- Penulis :
- Shila Glorya





