
Pantau - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyatakan perencanaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2027 tetap mengacu pada kuota 221 ribu jamaah meski Pemerintah Arab Saudi hingga kini belum mengumumkan secara resmi kuota haji untuk masing-masing negara.
Ia mengungkapkan bahwa acuan tersebut didasarkan pada dokumen timeline penyelenggaraan haji yang diterima pemerintah Indonesia pada 13 Zulhijah.
Menurut dokumen tersebut, seluruh negara diminta menggunakan data kuota yang sudah berjalan sebagai dasar perencanaan penyelenggaraan haji.
Indonesia menggunakan kuota 221 ribu jamaah yang selama ini berlaku untuk menyusun berbagai kebutuhan pelaksanaan haji 2027.
Kuota tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan layanan jamaah di dalam negeri, menentukan kebutuhan petugas, serta menghitung fasilitas pendukung yang diperlukan selama penyelenggaraan ibadah haji.
Arab Saudi Tetapkan Timeline dan Standar Kesehatan
Pemerintah Indonesia telah menerima dokumen resmi yang memuat tahapan penyelenggaraan haji 2027, tenggat waktu yang harus dipenuhi negara pengirim jamaah, serta berbagai persiapan teknis pelaksanaan ibadah haji.
Dalam dokumen yang sama, Pemerintah Arab Saudi juga menetapkan standar tenaga kesehatan bagi jamaah haji.
Rasio yang ditetapkan adalah 1,5 dokter untuk setiap 1.000 jamaah dan 1,7 perawat untuk setiap 1.000 jamaah.
Dengan jumlah jamaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200 ribu orang, kebutuhan tenaga kesehatan diperkirakan mencapai sekitar 300 dokter dan hampir 400 perawat.
Menurut Menhaj, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dipersiapkan sejak dini untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan haji 2027.
Seluruh Layanan Haji Beralih ke Platform Nusuk
Selain aspek kesehatan, Arab Saudi juga menetapkan perubahan dalam sistem layanan haji yang akan diterapkan pada penyelenggaraan haji 2027.
Seluruh kontrak layanan haji diwajibkan dilakukan melalui platform Nusuk.
Pembayaran layanan juga akan menggunakan sistem e-wallet yang terintegrasi dengan platform tersebut.
Pemerintah Arab Saudi terus mengoptimalkan penggunaan aplikasi e-Nusuk untuk mempermudah proses administrasi jamaah dan mengintegrasikan berbagai layanan haji dalam satu sistem.
Optimalisasi e-Nusuk juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan serta mempermudah akses layanan bagi jamaah dari berbagai negara.
Pemerintah Indonesia akan menyesuaikan seluruh persiapan haji 2027 dengan timeline dan ketentuan baru yang telah ditetapkan oleh Arab Saudi.
Fokus persiapan pemerintah meliputi pengelolaan kuota 221 ribu jamaah, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, penyesuaian sistem layanan berbasis digital, serta integrasi proses kontrak dan pembayaran melalui platform Nusuk.
- Penulis :
- Leon Weldrick





