HOME  ⁄  Nasional

Menteri Agama Mengajak Maknai 1 Muharram sebagai Momentum Hijrah Menuju Perubahan yang Lebih Baik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri Agama Mengajak Maknai 1 Muharram sebagai Momentum Hijrah Menuju Perubahan yang Lebih Baik
Foto: (Sumber : Menteri Agama Nasaruddin Umar. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah untuk melakukan transformasi spiritual dan sosial menuju kehidupan yang lebih baik, bukan sekadar pergantian kalender.

Menag Tekankan Hijrah Harus Diwujudkan dalam Aksi Nyata

Nasaruddin Umar menegaskan semangat hijrah perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Semangat hijrah harus diwujudkan dalam aksi konkret yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. Hijrah itu bukan sekadar perpindahan tempat dari satu titik ke titik lain, melainkan sebuah transformasi spiritual dan sosial menuju pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan semangat tersebut harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama, menjaga lingkungan, serta komitmen menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

Menag juga mengingatkan bahwa esensi beragama adalah menebarkan kasih sayang dan bukan memunculkan permusuhan.

“Kalau kita mau mengukur apakah kita beragama atau tidak, lihatlah seberapa besar rasa cinta kita terhadap sesama. Kalau ada orang berbicara tentang agama tetapi mengumbar kebencian, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari substansi ajaran agama itu sendiri,” ungkapnya.

Masjid Didorong Menjadi Pusat Peradaban dan Pemberdayaan

Selain mengajak refleksi personal, Nasaruddin menyerukan agar masjid menjalankan peran yang lebih luas sebagaimana pada masa awal perkembangan Islam.

Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga harus berfungsi sebagai pusat pendidikan, musyawarah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Masjid harus terus menjadi pusat peradaban yang menghadirkan manfaat bagi umat dan memperkuat persatuan serta kepedulian sosial,” katanya.

Seruan tersebut disampaikan dengan merujuk pada semangat hijrah Nabi Muhammad SAW. dan sejarah penetapan kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab sebagai tonggak pembangunan peradaban baru.

Penulis :
Ahmad Yusuf