
Pantau - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun akan bertindak sebagai ketua bersama dalam pelaksanaan penguatan hubungan bilateral yang telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus.
Penguatan Koordinasi Hubungan Bilateral
Informasi tersebut disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network yang diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul pada 9 Juni 2026.
Cecep mengungkapkan, “Rencananya akan diketuai bersama oleh menteri luar negeri Korea dan Indonesia. Nanti di masing-masing ada turunannya, semacam apa yang kita sebut task force atau lainnya, di mana dia akan memayungi semua aspek kerja sama di semua pilar.”
Menurut Cecep, mekanisme kepemimpinan bersama oleh kedua menteri luar negeri tersebut dirancang untuk mempermudah koordinasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral, terutama di bidang ekonomi.
Ia juga menjelaskan, “Jadi ke depannya cukup berkomunikasi di antara dua menteri luar negeri, misalnya, turunannya baru masuk ke sektor.”
Kemitraan Baru Berfokus pada Kerja Sama Masa Depan
Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sebelumnya mengumumkan peningkatan status hubungan dari Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus yang ditujukan untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan kemakmuran bersama bagi kedua negara di masa depan.
Status baru tersebut diumumkan dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan saat melakukan pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung.
Penguatan hubungan itu sekaligus mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin sejak 1973.
Kedua kepala negara menegaskan bahwa Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus akan lebih berfokus pada kerja sama konkret dan berorientasi ke masa depan dengan mencakup bidang-bidang yang telah berjalan maupun sektor baru yang menjadi kepentingan bersama kedua negara serta kawasan yang lebih luas.
Indonesia dan Korea Selatan juga berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi melalui lima pilar utama yang meliputi kerja sama politik dan keamanan, perdagangan investasi dan industri, teknologi canggih transisi energi dan ekonomi hijau, sosial budaya serta pertukaran antar masyarakat, dan kerja sama regional maupun global guna mewujudkan kemitraan yang lebih kuat, saling menguntungkan, inovatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara.
- Penulis :
- Leon Weldrick





