
Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Pemerintah Provinsi Bali menetapkan Pulau Dewata sebagai pilot project nasional pemilahan sampah 100 persen dengan kewajiban bagi seluruh masyarakat untuk memilah sampah mulai 1 Juli 2026.
Bali Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali I Wayan Koster mendeklarasikan Gerakan Bali 100 Persen Memilah Sampah dalam Rapat Koordinasi Tingkat Tinggi se-Sarbagita di Denpasar pada Rabu (10/6).
“Intinya saya bahagia karena ternyata pimpinan pemerintahan di Bali, mulai dari gubernur, bupati, wali kota hingga ke bawah semakin hari semakin baik dalam pengelolaan lingkungan termasuk sampah,” ungkap Jumhur.
Ia menilai keberhasilan tersebut didukung oleh integrasi kebijakan pemerintah dengan kearifan lokal melalui peran desa adat, awig-awig, dan pararem dalam menjaga lingkungan.
“Saya optimistis Bali akan kembali ceria, kembali menjadi pujaan setiap orang Indonesia dan luar negeri untuk datang ke sini. Masalah sampah yang pernah ada kini telah teratasi berkat komitmen semua pimpinan di sini, ditambah juga ada unsur budaya dan religi yang begitu mendukung dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Target Zero Waste dan Penghentian Open Dumping
Penetapan Bali sebagai percontohan nasional didukung keberhasilan kebijakan pelarangan pembuangan sampah organik ke tempat pemrosesan akhir sejak 1 April 2026 yang disebut berhasil memangkas volume sampah hingga 60 persen di kawasan Denpasar dan Badung.
KLH juga mengapresiasi tingkat kepatuhan masyarakat dalam memilah sampah yang mencapai 87 persen serta distribusi lebih dari 100.000 unit komposter oleh pemerintah daerah.
Mulai 1 Juli 2026, kewajiban pemilahan sampah akan berlaku bagi rumah tangga, banjar, pasar, hotel, hingga perkantoran sebelum dilanjutkan dengan penghentian total praktik open dumping secara nasional pada 1 Agustus 2026.
“Sinergi antara kebijakan tegas pemerintah daerah, dukungan infrastruktur dari pusat, dan partisipasi aktif desa adat/banjar diyakini akan menjadikan Bali sebagai destinasi wisata pertama di Asia Tenggara yang benar-benar menerapkan zero waste to landfill,” ungkap Jumhur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





