
Pantau - Pengelolaan berat badan pada pasien obesitas dinilai menjadi salah satu tata laksana penting untuk mencegah gangguan metabolik penyakit hati berlemak atau Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD), terutama pada individu dengan faktor risiko seperti obesitas sentral, diabetes tipe 2, dan gangguan fungsi hati.
Dokter Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Pengendalian Risiko
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi RS Cipto Mangunkusumo, Prof. Rino Alvani Gani, mengatakan individu yang memiliki faktor risiko perlu melakukan penilaian kesehatan hati sejak dini.
Ia mengungkapkan, “Mereka juga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk melakukan penilaian risiko serta deteksi dini kesehatan hati.”
Menurut Rino, perlemakan hati merupakan spektrum penyakit yang diawali dengan penumpukan lemak di organ hati dan dapat berkembang menjadi Metabolic Dysfunction-Associated Steatohepatitis (MASH) apabila faktor risikonya tidak dikelola dengan baik.
Ia menjelaskan, “Karena itu, deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko secara menyeluruh menjadi sangat penting.”
Obesitas Jadi Faktor Utama dan Perlu Penanganan Komprehensif
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, metabolik, dan diabetes RS Cipto Mangunkusumo, dr. Dicky Levenus Tahapary, menegaskan obesitas merupakan kondisi medis kronis yang memerlukan penanganan menyeluruh.
Ia mengatakan, “Obesitas merupakan kondisi medis yang kompleks dan tidak dapat disederhanakan sebagai persoalan kemauan semata. Kelebihan lemak tubuh, terutama lemak viseral, dapat memicu resistensi insulin, inflamasi, dan gangguan metabolik yang berdampak pada berbagai organ, termasuk hati, jantung, dan pembuluh darah.”
Menurut Dicky, tujuan penanganan obesitas tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga mendukung quality weight loss dan menjaga kesehatan metabolik jangka panjang, termasuk melalui terapi berbasis GLP-1 bila sesuai kondisi pasien dan pertimbangan klinis.
Kementerian Kesehatan bersama Novo Nordisk Indonesia memanfaatkan momentum Global Fatty Liver Day 2026 untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pengelolaan obesitas guna mencegah progresi penyakit perlemakan hati.
Direktur PTM Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, “Obesitas bahkan dikenal sebagai ‘mother of all chronic diseases’ karena dapat menjadi pemicu berbagai komplikasi kesehatan. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap faktor-faktor risiko yang dimiliki dan melakukan deteksi dini guna menjaga kesehatan hati.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





